Banjarmasin, elaeis.co - Limbah berupa bungkil sawit atau palm kernel expeller (PKE) sebanyak 6.300 ton dengan nilai Rp 15,03 miliar diekspor ke Tiongkok. Komoditas tersebut merupakan sisa pengolahan tandan buah segar sawit (TBS) di Kalimantan Selatan (Kalsel).
Kepala Balai Karantina Pertanian (BKP) Banjarmasin, Nur Hartanto mengatakan, negara-negara importir seperti Tiongkok menggunakan PKE untuk bahan baku pakan ternak.
"Selain Tiongkok, PKE juga diekspor ke Vietnam, Korea Selatan, Australia, Selandia Baru, Amerika Serikat, dan beberapa negara Eropa," sebutnya melalui keterangan resmi BKP Banjarmasin.
Menurutnya, petugas Karantina Pertanian Wilayah Kerja Batulicin telah melakukan pemeriksaan sebelum PKE diberangkatkan ke negara tujuan.
"Prosedur ini untuk memastikan komoditas telah sesuai jumlah dan jenisnya, dan bebas dari Organisme Pengganggu Tumbuhan/Organisme Pengganggu Tumbuhan Karantina (OPT/OPTK) berupa serangga hidup," bebernya.
Untuk diketahui, produk PKE berupa bungkil sawit harus dipanaskan hingga temperatur 85 derajat Celcius untuk mematikan virus berbahaya. Gudang penyimpanan PKE harus steril, higienis, dan tidak ada batu. Proses pengolahan dan penyimpanan di gudang tidak boleh terkontaminasi kotoran hewan seperti burung dan tikus.
"Harus sesuai standar dan mampu mencegah penularan OPT/OPTK ke media pembawa. PKE harus terjamin bebas dari OPT/OPTK selama di dalam gudang sampai dengan pemuatan ke kapal," paparnya.
"Kami berkomitmen untuk selalu memperhatikan kualitas dan kesehatan secara menyeluruh terhadap komoditas yang akan diekspor. Tindakan karantina sesuai standar harus dilakukan sebelum menerbitkan dokumen Phytosanitary Certificate (PC) sesuai yang disyaratkan oleh negara tujuan ekspor," tambahnya.
Berdasarkan sistem otomasi perkarantinaan (Indonesia Quarantine Full Automation System/IQfast) BKP Banjarmasin tercatat nilai ekspor komoditas pertanian Kalsel pada tahun 2022 mencapai Rp 7,03 triliun.
Produk sawit dan turunannya berkontribusi sekitar 86 persen dan menjadi penyumbang devisa terbesar ekspor di Kalsel. Volume ekspornya mencapai 498 ribu ton dengan nilai Rp 6,2 triliun.
Limbah Sawit Senilai Rp 15,03 Miliar Diekspor ke Tiongkok
Diskusi pembaca untuk berita ini