Jakarta, elaeis.co – Praktisi perkebunan, Sentot Agus PW mengungkapkan, mekanisasi pemupukan di perkebunan kelapa sawit terbukti mampu meningkatkan produktivitas hingga lima kali lipat dibanding metode manual.
Menurutnya penggunaan alat penyebar pupuk mekanis secara signifikan dapat mengurangi ketergantungan pada tenaga kerja manual.
Sistem ini, kata Sentot, dapat memberikan kepastian jadwal pemupukan yang lebih akurat dibanding tenaga manusia, yang kerap terkendala absensi dan kapasitas kerja terbatas.
“Kami sudah pakai EBS (Empty Bunch Spreader) atau penyebar tandan kosong. Total di PT Bumitama Gunajaya Agro (BGA) sudah ada 23 unit yang beroperasi,” ujar Sentot, Selasa (17/2).
Penerapan mekanisasi tidak hanya mempercepat pekerjaan, tetapi juga meningkatkan efisiensi biaya operasional. Perbandingan produktivitas menunjukkan hasil yang dramatis: tenaga manual hanya mampu menangani sekitar 5 hektar per hari, sementara alat mekanis dapat mencapai 25 hektar per hari.
Beberapa faktor teknis yang membuat peningkatan produktivitas ini terjadi antara lain, Penggunaan Electronic Broadcast Spreader (EBS) untuk penyebaran pupuk elektrik, Integrasi traktor dengan Power Take Off (PTO) untuk menggerakkan mesin penyebar, hingga pengurangan jumlah personil hingga 10 orang per unit kerja mekanis.
Selain kecepatan, mesin pemupukan memastikan sebaran nutrisi pohon lebih merata. Ketepatan dosis pupuk menjadi faktor kunci bagi kesehatan tanaman dan pencapaian target produksi tandan buah segar.
Namun, keberhasilan mekanisasi tergantung pada manajemen perawatan alat yang disiplin. Kerja sama antara vendor penyedia mesin dan manajemen kebun menentukan umur pakai peralatan.
Selain peningkatan output, mekanisasi juga menurunkan pengeluaran tambahan untuk fasilitas tenaga kerja, seperti perumahan dan jaminan sosial bagi karyawan borongan. Penurunan biaya operasional ini bisa mencapai 30 persen pada komponen perawatan lahan.
Namun, integrasi teknologi pada lahan marginal memerlukan penyesuaian spesifikasi ban traktor agar tanah tidak rusak. Keselarasan antara kondisi infrastruktur jalan dan bobot muatan pupuk menjadi perhatian utama para pengelola operasional perkebunan.
Implementasi mesin pemupukan sawit ini menjadi contoh nyata bagaimana teknologi dapat meningkatkan produktivitas dan efisiensi biaya sekaligus menjaga kualitas panen.
Dengan langkah ini, perkebunan sawit di Indonesia berpotensi mempercepat pencapaian target produksi tanpa menambah beban tenaga kerja manual.
Mesin Pemupukan Sawit Bisa Bikin Produktivitas 5x Lipat, Kok Bisa
Diskusi pembaca untuk berita ini