Pekanbaru, elaeis.co - Senyum Siti Aisyah kembali merekah. Kesedihan karena terpaksa mengundurkan diri dari Universitas Riau (Unri) setelah diterima melalui jalur prestasi, seolah sudah dia lupakan.
Gadis cantik berusia 18 tahun asal Kecamatan Rokan IV Koto, Kabupaten Rokan Hulu (Rohul), Riau, itu sempat mengubur harapannya mengecap pendidikan tinggi karena himpitan ekonomi. Dia tidak mau orang tuanya terbebani oleh uang kuliah tunggal (UKT) di Unri yang cukup mahal. Ayahnya, Fendy, hanyalah petani sawit kecil yang kini berusia 64 tahun.
Lalu, apa yang membuat Siti kembali sumringah?
Rupanya cita-citanya kuliah di Jurusan Agroteknologi bakal kesampaian. Beruntungnya lagi, dia tidak perlu memikirkan UKT lagi. Alumni SMA Negeri 1 Pendalian ini akan menerima beasiswa penuh dari Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDPKS).
Baca Juga: UKT Mahal? Tenang, Ada Beasiswa Sawit
Anak tunggal dari keluarga bersahaja itu ternyata dibantu oleh Asosiasi Petani Kelapa Sawit Indonesia (Apkasindo) sehingga berhasil mendapatkan beasiswa sawit.
Selasa (28/5), Siti membuat rekaman video untuk mengungkapkan rasa syukurnya.
"Alhamdulillah di saat saya sedih, ternyata ada organisasi petani sawit Apkasindo yang prihatin kepada nasib saya," kata Siti dalam video yang diunggah Ketua Umum DPP Apkasindo, Dr Gulat ME Manurung, Rabu (29/5) pagi.
"Apkasindo langsung mengulurkan tangan kepada saya untuk meraih cita-cita. Saya diberikan jalan lurus mendapatkan beasiswa SDM sawit program terpadu dari BPDPKS dan Kementerian Pertanian melalui jalur afirmasi," sambungnya.
Di video itu, wajah haru Siti tak bisa disembunyikan. Dia sangat bersyukur karena ada asosiasi petani yang begitu perhatian atas nasibnya. Apalagi, di jalur afirmasi itu, dia diberikan kebebasan untuk memilih kampus yang dia mau.
Ada 23 kampus mitra BPDPKS yang bisa dipilihnya. Semuanya tersebar dari Aceh sampai Papua.
Baca Juga: Pendaftaran Beasiswa Sawit Jalur Afirmasi Diperpanjang Sampai 31 Mei
"Dari 23 kampus itu, saya melihat ada satu kampus di kabupaten saya, yaitu Universitas Pasir Pengaraian atau UPP. Dan saya langsung memilihnya sebagai pilihan pertama saya," kata Siti.
Alasannya memilih UPP cuma satu, dia ingin terus bisa merawat ayahnya. Karena saat ini, mereka hanya tinggal berdua sejak ibundanya meninggal dunia.
"Karena kalau di UPP berarti saya tetap bisa merawat ayah saya. Saya anak satu-satunya dan saya yang selalu merawat ayah setelah ditinggal almarhumah ibu," ucapnya.
Siti juga mengungkapkan rasa terima kasihnya kepada Gulat Manurung yang memberikan perhatian khusus kepadanya sehingga bisa kembali merajut cita-cita yang hampir terkubur.
"Terima kasih kepada seseorang yang saya sendiri belum pernah bertemu dengannya, tapi begitu besar perhatiannya. Namanya Bapak Gulat Manurung. Terima kasih Pak, semoga ada Siti-Siti lain yang beruntung," ucapnya.
Mundur dari Unri Akibat UKT Mahal, Siti Aisyah Bakal Kuliah di UPP dengan Beasiswa Sawit
Diskusi pembaca untuk berita ini