Pessel, elaeis.co - Jika dibandingkan dengan Kabupaten yang ada di Sumatera Barat (Sumbar), harga kelapa sawit di Kabupaten Pesisir Selatan (Pessel) adalah harga yang paling rendah. Harga TBS kelapa sawit di Pessel tertinggi hanya Rp3.000/kg.

Dengan harga itu, maka petani kelapa sawit yang ada di Pessel justru tidak dapat menikmati tinggi harga TBS seperti di Kabupaten lain. Belum lagi, ada potongan- potongan di PKS yang sudah pasti menekan harga kelapa sawit tadi.

Anggota DPRD Pessel, Novermal tak menampik kondisi yang dialami oleh petani Pessel tersebut. "Memang harga kelapa sawit di Pessel ini paling rendah di wilayah Sumbar. Terutama harga kelapa sawit milik petani swadaya. Harganya bisa selisih hingga Rp600/kg dibanding dengan kabupaten lain," ujar politisi Partai PAM tersebut kepada elaeis.co, Senin (27/4).

Bukan hanya dari sisi harga saja, dari besaran potongan juga berbeda. Di kabupaten lain potongan timbangan paling tinggi adalah 5%. Sementara di pessel mencapai 12%.

"Menurut kami ini tidak jelas standarnya. Sementara saat kita tanyakan ke PKS, pihaknya hanya  mengatakan bahwa rendemen TBS rendah, tapi rendemennya tidak pernah dicek oleh tim teknis independen," bebernya.

Sama halnya dengan potongan timbangan, PKS juga tidak menjelaskan standarnya. PKS justru dinilai sewenang- wenang dan semamu mereka sendiri.

Menyikapi persoalan ini, Kadisbun Sumbar, Afniwirman mengatakan bahwa Pemprov Sumbar sedang menyiapkan Peraturan Gubernur (Pergub) penetapan harga TBS kebun swadaya, sebagaimana diamanatkan Peraturan Menteri Pertanian Nomor 13 Tahun 2026 Tentang Pembelian TBS Kelapa Sawit Produksi Pekebun Mitra. Pekebun mitra adalah pekebun plasma dan pekebun swadaya.

"Selain Pergub, juga akan dibentuk Satgas Kelapa Sawit, hingga ke jenjang Kabupaten. Salah satu tugas dan fungsi Satgas Kelapa Sawit adalah, memastikan harga TBS yang transparan dan berkeadilan.

"Satgas Kelapa Sawit ini untuk penetapan harga TBS kelapa sawit kebun swadaya betul-betul transparan dan berkeadilan," tegasnya.