Pekanbaru, elaeis.co - Sekretaris Daerah Provinsi (Sekdaprov) Riau SF Hariyanto mengajak Pemerintan Kota (Pemko) Pekanbaru dan Dumai untuk bisa secara bersama dengan pemprov dalam mengatasi tekanan inflasi. 

Menurut Sekdaprov, penyebab tingginya inflasi di dua daerah ini karena masih tingginya angka inflasi dari bahan pokok masyarakat, terutama untuk beras. 

Untuk itu perlu dilakukan penurunan inflasi dari beras dan daya beli masyarakat bisa meningkat. Penegasan terhadap kedua daerah ini, Sekda memberikan intervensi agar bisa menekan persentase inflasi. 

“Kita tadi rapat koordinasi dengan Pemerintah Kota Pekanbaru dan Dumai untuk membahas tentang inflasi memang inflasi kita 6,72 persen artinya ini kita kalau tidak bekerja sama akan sulit menyelesaikannya,” ujar Sekdaprov usai memimpin rapat inflasi di Ruang Melati, Kantor Gubernur Riau, Rabu (22/2).
 
Disampaikan Sekdaprov Riau, bahwa angka inflasi di Kota Pekanbaru, 6,95 persen, Kota Dumai 6,63 persen, dan Tembilahan Indragiri Hilir 3,95 persen. 

"Jadi kalau tiga daerah ini mau sama-sama berkolaborasi dengan Pemerintah Provinsi Riau dan semua stakeholder lainnya bisa menekan angka inflasi," ujarnya. 

Lebih jauh dikatakan Sekda, saat ini angka inflasi yang terendah di Provinsi Riau yakni Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil). Untuk itu perlu juga bekerja sama dengan Tembilahan sebagai tolak ukur untuk mengatasi inflasi. 

“Alhamdulillah Tembilahan inflasi 3,6 persen ini cukup bagi sekali. Kita tadi menyepakati supaya sejauh mana tindak lanjut dari Kota Pekanbaru dan Dumai terhadap inflasi ini," ujarnya 

Kita harus bekerja sama, tidak saja Provinsi yang bekerja, tanpa didukung Kota Dumai dan Pekanbaru. Supaya inflasi ini sama-sama turun,” ungkapnya.