Medan, elaeis.co – Gubernur Sumatera Utara (Sumut) Bobby Nasution mulai memainkan kartu besar geopolitik ekonomi.
Di hadapan Duta Besar Australia untuk Indonesia Rod Brazier, Bobby terang-terangan menawarkan potensi hilirisasi kelapa sawit Sumut dengan mengandalkan kekuatan strategis Selat Malaka sebagai jalur perdagangan dunia.
Pertemuan yang berlangsung di Kantor Gubernur Sumut, Medan, Selasa (12/5), menjadi sinyal kuat bahwa Sumatera Utara ingin naik kelas dari sekadar penghasil bahan mentah menjadi pusat industri pengolahan sawit bernilai tinggi di Indonesia bagian barat.
Bobby menegaskan, posisi geografis Sumut yang berada di sekitar Selat Malaka merupakan keuntungan besar yang tidak dimiliki banyak daerah lain. Jalur pelayaran internasional itu dinilai mampu menjadi “senjata ekonomi” untuk mempercepat investasi dan ekspor produk turunan sawit.
“Sumut punya posisi strategis di jalur perdagangan internasional. Ini peluang besar untuk pengembangan industri hilirisasi,” ujar Bobby dalam pertemuan tersebut.
Pemerintah Provinsi Sumut kini mendorong agar minyak sawit mentah atau Crude Palm Oil (CPO) tidak lagi dijual dalam bentuk bahan baku. Fokus utama diarahkan pada pengembangan industri turunan seperti oleokimia, bahan pangan, kosmetik hingga energi terbarukan berbasis sawit.
Langkah ini sejalan dengan agenda hilirisasi nasional yang terus didorong pemerintah pusat demi meningkatkan nilai tambah komoditas dalam negeri.
Data Pemprov Sumut menunjukkan pertumbuhan ekonomi Sumatera Utara pada 2025 mencapai 4,53 persen. Sektor pertanian dan perkebunan, terutama kelapa sawit, masih menjadi tulang punggung utama penggerak ekonomi daerah.
Karena itu, Bobby membuka pintu selebar-lebarnya bagi investor Australia untuk masuk ke sektor pengolahan sawit di Sumut. Infrastruktur kawasan industri dan akses logistik di sekitar Selat Malaka juga disebut telah disiapkan guna memperlancar aktivitas perdagangan internasional.
Tak cuma bicara investasi, Pemprov Sumut juga menyiapkan dukungan regulasi hingga sumber daya manusia (SDM) agar industri hilirisasi bisa berkembang lebih cepat.
Sejumlah pejabat penting turut hadir mendampingi Bobby dalam pertemuan tersebut, di antaranya Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Basarin Yunus Tanjung, Kadis Kominfo Erwin Hotmansah Harahap, Kadisperindag ESDM Dedi Jaminsyah Putra, serta Kadisdik Alexander Sinulingga.
Kehadiran lintas dinas itu menunjukkan bahwa proyek hilirisasi sawit bukan sekadar wacana, melainkan agenda besar yang tengah disiapkan serius oleh Pemprov Sumut.
Sementara itu, kunjungan diplomatik Rod Brazier dinilai menjadi momentum penting untuk mempererat hubungan ekonomi Indonesia-Australia, khususnya di sektor industri berbasis perkebunan.
Dengan kekuatan Selat Malaka dan melimpahnya produksi sawit, Sumut kini membidik posisi sebagai gerbang utama investasi asing di kawasan barat Indonesia.
Selat Malaka Jadi Senjata, Bobby Nasution Ajak Australia Garap Hilirisasi Sawit Sumut
Diskusi pembaca untuk berita ini