Padang, elaeis.co - Produksi perkebunan kelapa sawit saat ini terus mengalami penurunan. Di Povinsi Sumatera Barat (Sumbar), satu misal, penurunannya sampai 25%.
Diterangkan Jufri Nur, penurunan ini sudah dirasakan oleh petani sejak bulan Agustus 2023. "Jauh sekali turunnya produksi saat ini," kata Ketua Apkasindo Sumbar itu kepada elaeis.co, Senin (2/10).
Penyebabnya, kata Jufri, adalah lantaran musim kemarau yang tak kunjung usai. Intensitas hujan yang sangat minim membuat nutrisi tanah di perkebunan berkurang hingga menyebabkan tanaman sawit tidak berproduksi dengan maksimal.
Padahal, kata dia, biasanya mulai September hingga akhir tahun di wilayahnya itu sudah musim penghujan.
"Kalau dari prediksi kita penurunan produksi ini akan berlangsung hingga akhir tahun. Tapi kalau masih juga kemarau tentu produksi akan semakin rendah," jelasnya.
Meski produksi rendah, harga kelapa sawit di Ranah Minang itu masih cenderung stabil. Kini harga untuk petani plasma masih berada diangka Rp2.477,75/kg. Naik Rp1,82/kg dari pekan lalu yang dibandrol Rp2.475,93/kg.
Harga ini untuk petani plasma, kalau harga hasil kebun petani swadaya tentu masih di bawah harga tersebut
Sudah Terasa Sejak Agustus, Produksi Kebun Sawit di Sumbar Anjlok Akibat Kemarau
Diskusi pembaca untuk berita ini