PT. Binasawit Makmur yang memproduksi benih Sriwijawa menjanjikan rata-rata produksi TBS 28-32 ton per hektar pertahun untuk benih DxP Sriwijaya dan 34-36 ton per hektar per tahun untuk benih DxP Sriwijaya Semiklon. 

Kedua varietas benih ini kemudian disebut mampu menghasilkan rendemen di atas 25% dan di atas 26%. 

Benih Pusat Penelitian Kelapa Sawit (PPKS). Bila Anda memakai benih DxP 540 NG, maka Anda bisa menghasilkan TBS 35 ton per hektar per tahun dengan kadar rendemen 26,5%-27,4%. 

Asian Agri dengan benih Topaz nya, juga menjanjikan angka yang luar biasa. Kalau Anda memakai benih DxP Seri 4, Anda akan bisa menghasilka TBS 40,5 ton per hektar per tahun dan rendemen 29,7%. 

Sinarmas. Bila Anda memakai DxP Dami Mas, Anda akan bisa menghasilkan 26-36 ton per hektar per tahun dengan rendemen di atas 24%. 

Pertanyaan yang kemudian muncul, adakah pekebun atau perusahaan yang bisa mendapatkan produktifitas dan rendemen sebesar yang dijanjikan itu? 

Adalah Koperasi Mukti Jaya di kawasan Kecamatan Sungai Lilin Kabupaten Musi Banyuasin, Sumatera Selatan (Sumsel). 

Bekas mintra Hindoli ini, sekarang punya kebun kelapa sawit yang terhampar di enam desa dengan luasan 3000 hektar. Semua lahan disebut masuk klasifikasi S3. 

Benih yang dipakai adalah produksi PPKS dengan varietas DxP 540 dan Simalungun. Semua tanaman hasil program Peremajaan Sawit Rakyat (PSR) dan sudah dikelola sendiri. 

Ketua Koperasi Mukti Jaya, Bambang Gianto, saat berbincang di kebun sawit mereka. foto: dok. pribadi.

Waktu tanaman baru berumur 3-4 tahun, koperasi menjalani analisa tross. Kebetulan waktu itu bakal mengikat kontrak dengan salah satu pabrik di sana. 

"Dari 5 sampel yang diambil, rendemen yang didapat beragam. Ada yang hampir 18%, 19% dan ada pula yang sudah di atas 19%. Lantaran itulah pabrik kemudian membeli hasil panen kami itu setahun di atas tahun tanam," cerita Ketua Koperasi Mukti Jaya, Bambang Gianto, saat berbincang dengan elaeis.co, kemarin.