Pihaknya mengakui segmen kelapa sawit masih memberikan kontribusi utama pendapatan bagi perseroan, yakni sekitar 86 persen, seiring peningkatan produktivitas, terutama dari perbaikan rendemen atau oil extraction rate (OER).
“Kinerja operasional kelapa sawit perseroan terbantu oleh membaiknya OER dari 22,62 persen pada semester I tahun lalu menjadi 24,05 persen di semester I tahun ini," ungkap Andrianto Oetomo.
Kata dia, penurunan produksi CPO DSNG terutama dipicu oleh berkurangnya pembelian buah dari pihak eksternal karena terbatasnya ketersediaan tandan buah segar (TBS) eksternal dengan harga yang masih memberikan marjin proses olah.
Baca juga: Perkokoh Bisnis Sawit, DSNG Tingkatkan Kepemilikan Saham di REA Kaltim
Sementara itu, dia menunjukkan kalau segmen usaha produk kayu menyumbang sekitar Rp 558 miliar atau kontribusi sebesar 12 persen terhadap pendapatan total, mengalami kenaikan 11 persen dibandingkan semester I 2023.
Hal ini seiring dengan kenaikan volume penjualan produk panel hingga 25 persen YoY. Namun kondisi pasar internasional untuk produk kayu hingga saat ini masih belum pulih ke level yang diharapkan.
"Hal ini terlihat pada produk panel yang mengalami pelemahan harga jual dibandingkah tahun lalu, sementara harga rata-rata produk lantai kayu naik tipis karena perbedaan komposisi produk yang dijual," ujarnya.
"Meskipun kondisi pasar produk kayu saat ini kurang menggembirakan, namun perseroan tetap berupaya mengembangkan bisnis produk kayu agar memiliki potensi kinerja yang lebih baik di masa depan," ungkapnya.
Baca juga: Kantongi Rp 842 Miliar, Laba DSNG Turun 30 Persen Gara-gara ini
Ia mengatakan, rencana pengembangan saat ini masih dalam tahap penggodokan sebelum nantinya dieksekusi, tentunya dengan mempertimbangkan kondisi pasar yang ada.
Kembali ke sawit, Andrianto bilang sejak tahun lalu segmen energi terbarukan DSNG yang berfokus di biomassa, mulai memberikan kontribusi pendapatan bagi DSNG, melalui penjualan cangkang kelapa sawit ke Jepang.
Pada semester I 2024, ujarnya, energi terbarukan menyumbang Rp 119 miliar atau sekitar 2,5 persen dari total pendapatan perseroan, meningkat hampir 300 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu.
Tiga Produk Turunan Sawit Ini Bikin Dompet DSNG Makin Tebal
Diskusi pembaca untuk berita ini