Dewandaru 

Untung di Indonesia Banyak Limbah

  • Reporter Aziz
  • 20 Desember 2021
Untung di Indonesia Banyak Limbah
Bio Extrim Hormax, hasil inovasi dari limbah yang dibikin Wayan Supadno. foto: dok

Salah seorang yang termasuk beruntung dengan banyaknya limbah di Indonesia adalah saya. 

Tentu banyak lagi selain saya yang diuntungkan dengan banyaknya limbah di Indonesia. Banyak hal bisa dilakukan karena limbah.

Misalnya; 

1. Kebutuhan pakan ternak sapi milik saya untuk konsentrat, selain hijauan 10 ton per hari atau 4.000 ton per tahun. Jika memakai konsentrat pabrikan 4.000 ton karena tambah bobot atau populasi pedet x Rp4.000 per kilogram saja = Rp16 miliar per tahun.

Baca juga: Indonesia Masa Depan Bioenergi Dunia

Untungnya ada limbah sawit bungkil dan solid. Bungkilnya Rp1.500 per kilogram. Solid Rp300 perkilogram. Komposisi sama rata maka setara 10 ton per hari atau Rp9 juta per hari. Setara Rp3,6 miliar per tahun. Padahal komposisinya sama saja sesuai SNI.

Tentu ini menghemat biaya produksi Rp16 miliar per tahun-Rp3,2 miliar per tahun= Rp12,8 miliar per tahun. Bisa jadi penambah laba buat keperluan lainnya. Lumayan dari pada hanya habis diekspor saja, toh di negara tujuan juga untuk pakan sapi. Lalu sapinya kita impor hingga setara 1,5 juta ekor per tahun.

2. Limbah di kandang dan pabrik juga berlimpah. Tinggal diperkaya biang mikroba (Bio Extrim Hormax). Mutu dan efektivitasnya akan naik tajam. Tentu juga menghemat biaya produksi di kebun. Dampaknya, laba tambah dan manfaat untuk remediasi, mengembalikan kesehatan kesuburan lahan tetap terjaga dengan baik.

Baca juga: Negeri Ini Kesulitan Sapi

Pandangan saya pribadi sama persis dengan pernyataan Prof. Ali Agus Dekan Fakultas Peternakan UGM setahun lalu. 

Saat webinar, kebetulan saya juga jadi salah satu narasumber soal pemberdayaan limbah inovasi  integrasi. Bahwa di kandang sapi tiada limbah. Itu hanya komoditas yang belum termanfaatkan saja.

3. Limbah lahan pasca penambangan pasir. Berpuluh tahun tanpa produktif karena tiada yang   memberdayakan bahkan justru kontra produktif. Tentu yang dianggap limbah tersebut bisa dibeli dengan harga ekstra murah. Setelah remediasi jadi bernilai tinggi. Karena kembali subur dan produktif untuk jangka panjang. 

Pendek kata, limbah dengan limbah jika disinergikan akan bernuansa inovatif, bisa jadi berkah luar biasa. Bermanfaat bagi manusia dan alam semesta ini. Memuliakan ciptaan Nya.
 

Editor: Abdul Aziz