"Jangan main-main dengan investasi tanaman ini. Sekali gagal, kita akan kehilangan momentum sangat besar. Oleh karena itu, saya kasih challenge kepada tim Betung Krawo untuk memastikan di akhir 2026 melaporkan bahwa tanaman ini sudah panen dengan produktivitas 21 ton per hektare," tegasnya.

Dia yakin, jika standar teknis dijalankan dengan benar, standar waktu, standar biaya, dan standar kerja dipatuhi, maka hasil replanting akan sesuai dengan harapan.

SEVP Ops. I PTPN VII Budi Susilo juga mengaku optimistis dengan program replanting ini. Secara keseluruhan PTPN VII telah memulai program replanting untuk kelapa sawit pada 2022/2023 seluas 2.437 hektare.

"Secara berangsur, tanam ulang sudah dimulai dari Unit Sungai Lengi seluas 1.770 hektare dan dilanjutkan di Unit Betung Krawo seluas 667 hektare," sebutnya.

Secara kultur teknis, replanting kelapa sawit di PTPN VII dilakukan dengan teknik terkini. Setiap hektare akan ditanam 143 batang dengan jarak sebilan meter dan bersilang di tengahnya berjarak 7,8 meter.

"Dan yang sangat krusial, kami pakai benih toleran terhadap penyakit ganoderma. Sebab, penyakit akar ini belum ketemu penangkalnya ketika tanaman sudah tumbuh. Mohon doa kita semua atau ikhtiar ini," kata dia.