Pekanbaru, elaeis.co - Sekretaris Jenderal (Sekjen) Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (GAPKI), Eddy Martono, mengaku khawatir dengan produksi minyak sawit mentah (CPO) Indonesia yang terus menurun.

"Kalau kita lihat, produksi nasional kita 4 tahun berturut-turut itu stagnan, bahkan trennya menurun," kata Eddy kepada elaeis.co di Pekanbaru beberapa hari lalu. 

Menurutnya, masalah terus menurunnya produksi CPO Indonesia ini menjadi tantangan bagi GAPKI. Pasalnya, dengan berbagai inovasi yang ada, konsumsi Akmal CPO itu semakin meningkat.

Salah satu yang peningkatannya paling signifikan adalah biosolar. Di mana sejak Februari 2023 lalu, sudah ditetapkan B35, yang membuat serapan CPO dalam negeri meningkat drastis. 

"Itu menjadi tantangan buat kita, kalau nanti itu produksinya malah turun terus. Sementara konsumsi kita semakin lama naik terus. Konsumsi lokal kita naik, baik untuk pangan maupun energi," kata dia. 

"Ini kalau tidak kita tingkatkan, ujungnya yang akan dikorbankan adalah devisa. Artinya ekspor akan dikurangi kalau ini tidak ada kenaikan produksi," tambahnya. 

Sementara itu, di sisi lain untuk meningkatkan produktivitas CPO itu juga terkendala. Yakni Program Peremajaan Sawit Rakyat (PSR) yang diandalkan untuk meningkatkan produksi CPO justru realisasinya terus menurun. 

"Sementara untuk menaikkan produksi itu juga ada masalah. PSR juga tidak lancar sekarang ini. Ini harus benar-benar GAPKI ke depan bagaimana mendorong supaya PSR itu bisa berjalan maksimal sehingga produktivitasnya bisa naik," tandasnya.