NUSA DUA, elaeis.co - Pemerintah melalui Kementerian Koordinator (Kemenko) Perekonomian mengungkapkan sebuah kabar gembira terkait dengan pelaksanaan program peremajaan sawit rakyat (PSR).
"Program PSR menurut laporan yang diterima dari Direktorat Jenderal (Ditjen) Perkebunan Kementerian Pertanian (Kementan) tahun 2024 ini sudah mencapai 50.000 hektar (Ha)," ujar Deputi Bidang Pangan dan Agribisnis Kemenko Perekonomian, Dida Gardera.
Dida menyampaikan hal itu saat menyampaikan kata sambutan dalam acara pembukaan Pekan Riset Sawit (PERISAI) 2024 yang digelar oleh Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDPKS).
Kegiatan tersebut diselenggarakan di Bali Nusa Dua Convention Center (BNDCC), Nusa Dua, Denpasar, Provinsi Bali, Kamis (3/10/2024), dan dihadiri banyak stakeholder sawit.
Dida optimistis keberhasilan program PSR akan meningkatkatkan produksi tandan buah segar (TBS) dari 50 juta ton menjadi 70 juta ton per ton
Ia menjelaskan bahwa demi mempercepat pelaksanaan program PSR, pemerintah sudah melakukan revisi terhadap aturan dan ketentuan waktu dalam proses verifikasi dokumen pengajuan PSR menjadi lebih singkat.
"Semua peraturan itu diatur dalam Peraturan Direktur Jenderal Perkebunan (Dirjenbun)," tuturnya lebih lanjut.
Juga, kata dia, ada perubahan terkait ketentuan surat keterangan bebas dari kawasan hutan yang diterbitkan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK).
Di Acara PERISAI 2024, Pemerintah Sampaikan Kabar Baik Terkait Program PSR
Diskusi pembaca untuk berita ini