Jakarta, elaeis.co - Kementrian Perdagangan melalui Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi Indonesia (Bappebti) berencana akan membuat acuan harga minyak sawit (CPO) sendiri. Menteri Perdagangan Zulkifli Hasan menargetkan harga acuan itu bisa mulai diterapkan Juni mendatang.

Dengan langkah ini diharapkan  Indonesia tidak lagi merujuk harga CPO pada bursa Malaysia seperti saat ini.

Menurut Sekretaris Jenderal GAPKI, Eddy Martono rencana itu merupakan langkah yang bagus. Sebab dapat meningkatkan transaksi minyak sawit di Bappebti. "Memang butuh regulasi yang tepat," kata Eddy kepada elaeis.co, Sabtu (28/1).

Kebijakan itu juga mendapat dukungan penuh dari para petani kelapa sawit.

"Kita sangat setuju sekali adanya acuan harga CPO versi Indonesia. Malah, nantinya negara lain bisa ikuti harga CPO yang ditetapkan Indonesia," ujar Sekretaris APKASINDO Kaltim, Daru Widiyatmoko.

Menurut Daru, banyak keuntungan yang didapatkan petani jika pemerintah menerapkan regulasi tersebut. Seperti harga Tandan Buah Segar (TBS) petani otomatis akan semakin tinggi. Sebab harga CPO ditentukan langsung secara mandiri.

"Meski memang belum tentu negara lain mau ikut harga CPO Indonesia. Malah bisa jadi mereka buat harga acuan sendiri juga," paparnya.

Kendati begitu, Daru tidak menampik bahwa regulasi itu akan berjalan alot. Sebab banyak kepentingan perusahaan kartel CPO di dunia. "Walau begitu, kita tetap mendukung rencana pemerintah itu," tandasnya.