Pontianak, elaeis.co - Gubernur Provinsi Kalimantan Barat (Kalbar) Sutarmidji mengimbau agar perusahaan kelapa sawit yang beroperasi di wilayahnya bergabung dengan Gapki. Imbauan ini ia tuangkan dalam surat Nomor: 525/0573//Disbunnak dan perihal imbauan menjadi anggota Gapki tertanggal 9 Februari 2023.
Ini merupakan imbauan kesekian kalinya setelah sebelumnya Sutarmidji juga melakukan hal yang sama pada 2019 lalu.
Menanggapi imbauan itu, Ketua Gapki Kalbar, Purwanti Munawir, mengatakan pihaknya membuka pintu lebar untuk perusahaan yang ingin bergabung menjadi anggota Gapki. Sebab, menurutnya, Gapki merupakan wadah komunikasi, advokasi, konsultasi bahkan menjadi jembatan fasilitasi untuk para perusahaan kelapa sawit.
"Kami sangat menyambut baik dengan adanya himbauan gubernur agar perusahaan sawit di Kalbar bergabung bersama kami. Kami sangat terbuka," ujarnya kepada elaeis.co, Kamis (16/2).
Di Kalbar sendiri terdapat 364 perusahaan yang telah memegang izin untuk mengembangkan perkebunan kelapa sawit. Diharapkan lewat Gapki sinergi antara para perusahaan dan pemangku kepentingan dalam industri kelapa sawit nasional terus terjaga dalam merumuskan kebijakan yang kondusif bagi industri kelapa sawit berkelanjutan. Sehingga terlaksana tata kelola industri kelapa sawit yang baik.
"Gapki ini terbentuk dengan tujuan untuk mengembangkan usaha-usaha perkelapasawitan dalam rangka menunjang kebijakan pemerintah sub sektor perkebunan menuju tata kelola industri kelapa sawit yang baik dan sehingga dapat bersaing di dunia internasional," paparnya.
Dirincinya, saat ini dari 364 perusahaan baru 74 perusahaan perkebunan yang tergabung sebagai anggota GAPKI Kalbar. "Kita berharap agar bupati atau wali kota mendorong perusahaan perkebunan kelapa sawit di wilayah kerja masing masing untuk bergabung sebagai anggota Gapki Kalbar," tandasnya.
Gubernur Kalbar Imbau Perusahaan Sawit Bergabung, GAPKI Kami Sangat Terbuka
Diskusi pembaca untuk berita ini