Jakarta, elaeis.co - Dekan Fakultas Biologi Universitas Gadjah Mada (UGM) Prof Budi Setiadi Daryono menolak keras wacana Presiden Prabowo untuk memperluas perkebunan kelapa sawit.

Prabowo ingin melakukan perluasan perkebunan kelapa sawit demi meningkat ekspor komoditas produk minyak sawit (CPO) ke luar negeri.

Namun wacana itu ditolak keras Prof Budi karena dianggap akan memicu kembalinya deforestasi. Apalagi Prabowo menyamakan sawit sebagai tanaman hutan alam yang dianggap menyesatkan.

“Kami menolak keras rencana itu. Banyak riset menyatakan di kawasan perkebunan sawit tidak mampu menjadi habitat satwa liar, dan hampir 0% keragaman hayati berkembang di perkebunan sawit,” kata Budi dalam keterangan resminya dikutip, Minggu (12/1).

Menurut Budi, selama ini dampak dari perkebunan sawit sangat luas dengan model monokultur ternyata rentan meningkatkan konflik satwa liar dengan manusia.

"Sehingga berdampak berkurangnya populasi satwa liar yang dilindungi oleh UU seperti orang utan, Gajah, Badak dan Harimau Sumatera. Flora dan fauna yang dilindungi semakin berkurang karena deforestasi akibat pembukaan perkebunan sawit,” kata Ketua Konsorsium Biologi Indonesia (KOBI) ini.

Ia mengatakan, Presiden Prabowo sebaiknya menjalankan Instruksi Presiden Nomor 5 Tahun 2019 tentang  Penghentian Pemberian Izin Baru dan Penyempurnaan Tata Kelola Hutan Alam Primer dan Lahan Gambut.

“Dari Inpres tersebut, seluas 66, 2 juta hektar hutan alam dan lahan gambut atau seluas negara Perancis dapat diselamatkan dari kerusakan,” katanya.