Harga minyak mentah menguat seiring meningkatnya kekhawatiran terhadap akses kapal melalui Selat Hormuz. Iran dan Oman mengusulkan larangan bagi kapal yang dianggap bermusuhan untuk melintasi selat tersebut serta pengenaan denda bagi kapal yang melanggar aturan yang diusulkan.

Kenaikan harga minyak mentah dapat memberikan sentimen positif bagi CPO. Sebagai salah satu bahan baku biodiesel, CPO menjadi relatif lebih menarik ketika harga bahan bakar fosil meningkat.

Pergerakan minyak nabati lain juga menjadi perhatian. Kontrak minyak kedelai paling aktif di Bursa Dalian naik 0,21%, sedangkan kontrak minyak sawit di bursa yang sama turun 0,39%.

Sementara itu, harga minyak kedelai di Chicago Board of Trade (CBOT) menguat 0,5%.

CPO dan minyak nabati pesaing saling berebut pangsa pasar global sehingga pergerakan harga komoditas tersebut dapat memengaruhi daya saing minyak sawit.

Dari sisi valuta, ringgit Malaysia terhadap dolar AS relatif stabil. Kondisi ini membuat CPO sedikit lebih murah bagi pembeli yang menggunakan mata uang asing.

Dengan kenaikan 0,73% sepanjang pekan, pasar CPO masih menunjukkan sinyal positif. Namun, arah harga berikutnya akan sangat dipengaruhi data stok dan ekspor Malaysia serta perkembangan harga minyak mentah dan minyak nabati pesaing.