Jakarta, elaeis.co – Pasar minyak nabati global tengah berada dalam kondisi hati-hati setelah India, sebagai salah satu importir terbesar di dunia, dilaporkan menahan pembelian minyak sawit, minyak kedelai, dan minyak bunga matahari.
Langkah ini dilakukan di tengah keyakinan pelaku industri bahwa lonjakan harga akibat konflik geopolitik tidak akan bertahan lama.
Para pelaku industri yang dikutip Reuters menyebutkan bahwa kilang minyak nabati di India memilih strategi “wait and see” atau menunggu perkembangan harga sebelum kembali melakukan pembelian dalam jumlah besar. Mereka menilai harga saat ini masih berpotensi turun setelah kondisi geopolitik mereda.
India sendiri merupakan negara yang sangat bergantung pada impor minyak nabati untuk memenuhi kebutuhan domestik, dengan porsi mencapai hampir dua pertiga konsumsi nasional. Sebelumnya, rata-rata impor minyak nabati India tercatat sekitar 1,36 juta ton per bulan pada tahun pemasaran hingga Oktober 2025.
Namun, untuk periode Maret 2026, impor diperkirakan turun menjadi sekitar 1,1 juta ton. Khusus minyak sawit, volume impor bahkan diproyeksikan hanya sekitar 680.000 ton, lebih rendah dibandingkan bulan sebelumnya yang mencapai 847.689 ton.
Penahanan pembelian ini turut mempengaruhi sentimen pasar global, termasuk harga minyak sawit yang sebelumnya sempat menguat akibat kenaikan harga minyak mentah dunia. Kondisi tersebut dipicu oleh ketegangan konflik di Timur Tengah yang mendorong kenaikan permintaan bahan bakar nabati seperti biodiesel.
Meski demikian, pelaku pasar di India menilai kenaikan harga tersebut bersifat sementara. Seorang pejabat senior dari perusahaan importir minyak nabati menyebut bahwa stok global masih cukup dan harga diperkirakan akan kembali turun setelah situasi geopolitik mereda.
“Kami tidak melihat perlu adanya panic buying. Pasokan masih aman dan harga kemungkinan akan terkoreksi setelah kondisi membaik,” ujarnya.
Sementara itu, CEO Sunvin Group, Sandeep Bajoria, mengatakan bahwa sebagian besar pembeli di India saat ini masih menahan diri dan belum kembali aktif melakukan pembelian. Menurutnya, meskipun koreksi harga bisa mendorong minat beli, sentimen pasar secara umum masih cenderung berhati-hati.
Dari sisi pasokan, kondisi stok minyak nabati India masih dinilai aman karena impor sebelumnya yang cukup besar. Selain itu, masuknya hasil panen rapeseed domestik juga membantu memperkuat pasokan dalam negeri dan mengurangi ketergantungan impor untuk sementara waktu.
India selama ini menjadi pasar penting bagi ekspor minyak sawit dari Indonesia dan Malaysia, serta minyak kedelai dan bunga matahari dari sejumlah negara seperti Argentina, Brasil, Rusia, dan Ukraina.
Karena itu, setiap perubahan kebijakan pembelian dari India kerap berdampak langsung terhadap pergerakan harga minyak nabati dunia.
Dengan kondisi stok yang relatif aman, produksi domestik yang meningkat, serta ketidakpastian geopolitik global, pasar minyak nabati diperkirakan masih akan bergerak hati-hati dalam waktu dekat, sementara India tetap menjadi salah satu faktor kunci yang menentukan arah harga global.
Importir Raksasa India Tahan Pembelian, Pasar Sawit Dunia Panik
Diskusi pembaca untuk berita ini