Jakarta, elaeis.co - Riset dengan judul The Value of Agricultural Waste: Cellulose as a Building Block for Materials, mengantarkan Athanasia Amanda Septevani meraih The 2022 (The 16th) Japan International Award for Young Agricultural Researchers (Japan Award) di Tokyo Jepang, Selasa (22/11).

Japan Award diselenggarakan tiap tahun oleh Ministry of Agriculture, Forestry and Fisheries (MAFF) dan Japan International Research Center for Agricultural Sciences (JIRCAS) yang bertujuan untuk memotivasi para peneliti muda dalam mengembangkan penelitian di bidang pertanian, kehutanan, dan perikanan, serta industri terkait di negara-negara berkembang.

Amanda meneliti limbah dari agroindustri, khususnya perkebunan kelapa sawit, untuk diolah menjadi material berbasis selulosa. Material ini memiliki sifat baru dan bernilai tinggi serta dapat diaplikasikan ke berbagai bidang seperti lingkungan, kesehatan, kemasan, elektronik, dan energi.

“Penghargaan ini menjadi kebahagiaan tersendiri, apresiasi internasional terhadap hasil kerja keras kami. Saya bersyukur dapat mengharumkan nama Indonesia dalam perkembangan iptek pada skala internasional,” kata Amanda melalui keterangan resmi Humas BRIN.

Melalui presentasinya, peneliti yang awalnya ingin menjadi dokter ini, berkesempatan menunjukkan hasil riset yang sedang dikembangkan oleh BRIN. Kontribusinya dalam menghadapi tantangan pengolahan limbah agroindustri di Indonesia, dan solusi alternatif untuk negara lain. Sekaligus membuka peluang kerja sama dengan berbagai pihak, bersama-sama memberikan solusi inovatif melalui riset.

Wanita yang menyelesaikan pendidikan doktoralnya di The University of Queensland, Australia, ini mengungkapkan harapannya bisa menjalin kerja sama riset lebih lanjut dengan pemerintah Jepang. Khususnya MAFF dan JIRCAS.