Pematang Raya, elaeis.co - Melalui organisasi buruh internasionap atau international labour organization (ILO), Pemerintah Amerika Serikat (AS) dikabarkan bakal menjadikan Kabupaten Simalungun di Provinsi Sumatera Utara (Sumut) sebagai kiblat sawit baik bagi seluruh dunia.

Niat negara Paman Sam dan ILO itu terungkap saat urusan Pemerintah AS bidang perburuhan, pejabat ILO, dan Sumarjono Saragih, salah satu pengurus teras Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (GAPKI), menggelar kunjungan ke Kabupaten Simalungun, Kamis (5/7/2024).

Kepada elaeis.co,, Jumat (12/7/2024), 
Sumarjono Saragih selaku Ketua GAPKI Bidang Pengembangan Sumber Daya Manusia (SDM) mengatakan utusan pemerintah AS yang turut hadir adalah Carter Quinley dari Kementerian Perburuhan.

Kata Chairman Founder Worker Initiatives for Sustainable Palm Oil (WISPO) ini, kunjungan tersebut ditujukan ke pusat perbenihan Marihat milik Pusat Penelitian Kelapa Sawit (PPKS) Medan.

Baca juga: Manisnya Harga TBS Tidak Sampai ke Petani Sawit di Simalungun

Sumarjono bilang, pemerintah AS ingin melanjutkan dan memperluas dukungan program melalui organisasi buruh dunia (ILO). 

"Amerika bahkan menawarkan tambahan dana atas program yang sudah dimulai sejak 2016," ujar putra kelahiran Simalungun yang kini bermukim di Palembang, Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) ini.

Nah, di program baru, ILO memilih Kabupaten Simalungun sebagai percontohan perkebunan kelapa sawit bagi seluruh dunia. 

Untuk diingat, kata Sumarjono Saragih, Kabupaten Simalungun, termasuk kawasan Marihat, adalah tanah leluhur kelapa sawit di Indonesia. 

Baca juga: Varietas Simalungun Bisa Bikin Kantong Petani Sawit Tebal

"Nama Kabupaten Simalungun memang masih kalah populer bila dibandingkan nama pusat perbenihan Marihat," ujar Sumarjono Saragih.

"Marihat adalah bagian dari Kabupaten Simalungun dan tercatat pernah ada Pusat Penelitian Marihat untuk sawit, dan pernah juga untuk teh dan karet," kata dia lagi menambahkan.

Kepada pihak ILO dan Kementerian Perburuhan AS, Sumarjono mengaku telah menjelaskan bahwa Marihat menjadi cikal bakal PPKS Medan. 

"PPKS Medan, termasuk Marihat, kini menjadi pusat penelitian dan produsen benih yang dibanggakan. Beberapa benih unggul diberi nama DXP Marihat dan DXP Simalungun," kata Sumarjono.

Baca juga: Tugas PDPKS akan Bertambah Urusi Kakao dan Kelapa, Apkasindo Perjuangan Minta Dana Dari Masing-Masing Komoditi

Sementara itu Carter Quinley dari Kementerian Perburuhan AS menjelaskan, negaranya sangat memerhatikan hak-hak buruh di seluruh dunia. 

"Oleh karena itu kami mencari mitra yang bisa menjadi calon pemimpin untuk peningkatan kondisi perburuhan di setiap negara, termasuk di sub sektor perkebunan kelapa sawit," kata 
Carter Quinley.

Jadi, pihaknya bekerjasama dengan ILO menyatakan bahwa Indonesia dan setiap perusahaan, termasuk di sektor sawit, adalah pemimpin dalam aspek ketenagakerjaan.

Melalui program ini, pihaknya akan menjadikan Kabupaten Simalungun sebagai model percontohan sawit bagi Indonesia dan dunia. 

Baca juga: Fakta di Lapangan, Harga Minyak Goreng Sudah Naik

"Khususnya perkebunan sawit yang melindungi, menghormati, dan mengembangkan sumber daya manusia, dalam hal ini pekerja," kata 
Carter Quinley.

"Perkebunan kelapa sawit harus  tanpa pekerja anak, harus ada kesetaraan jender; kondisi kerja layak,  sadar keselamatan dan kesehatan kerja (K3), dan mesti ada jaminan sosial," tegas Carter Quinley lagi.