Peneliti Hilirisasi PPKS, Frisda Rimbun Pandjaitan, menjabarkan bahwa minyak makan merah memiliki kandungan nutrisi yang sangat banyak, khususnya pro vitamin A dan vitamin E. Kandungan ini dikatakan hampir tidak dimiliki oleh minyak makan lain di dunia.

"Hanya minyak sawit yang punya. Lebih powerfull. Selain itu mengandung fitosterol dan squalen yang mengatur metabolisme antara lemak jahat dan baik sehingga jadi ada balancing," ujar Frisda.

Menurutnya, minyak makan merah merupakan harta karun Indonesia yang akan diangkat kembali. Dia menegaskan minyak makan merah merupakan jalan yang paling cepat untuk memperbaiki gizi atau nutrisi dalam makanan.

"Kandungan nutrisi tetap masuk ke tubuh walaupun melalui penggorengan. Sehingga enggak perlu suplemen lagi seperti vitamin A dan vitamin E," katanya.