Simpang Empat, elaeis.co - Pemkab Pasaman Barat (pasbar), Sumatera Barat, menggandeng perusahaan perkebunan kelapa sawit untuk penanggulangan kemiskinan, percepatan penurunan stunting, dan percepatan penghapusan kemiskinan ekstrem.

Agar penyaluran dana lebih tepat sasaran, Pemkab Pasbar menggelar Rapat Advokasi Kebijakan Program CSR bersama perusahaan-perusahaan sawit yang ada di daerah itu. Rapat dipimpin langsung oleh Bupati Hamsuardi, didampingi Wakil Bupati Risnawanto, Asisten II Endang Rirpinta, Plt Kepala Bappelitbangda Ikhwanri, dan stakeholder terkait.

Baca juga: BRIN Cari Formula Atasi Kendala Pembuatan Gula Merah Sawit di Pasbar

Tujuan pelaksanaan rapat advokasi kebijakan kolaborasi Pemkab Pasbar bersama perusahaan adalah untuk menyamakan persepsi terkait isu lintas sektor dalam percepatan penanggulangan kemiskinan, percepatan penurunan stunting, dan penghapusan kemiskinan ekstrem, serta melakukan kolaborasi antara pemerintah daerah, perusahaan, dan perbankan dalam mempercepat penanggulangan kemiskinan, penurunan stunting, dan penghapusan kemiskinan ekstrem.

Beberapa perusahaan sawit yang hadir diantaranya manajemen PKS dan Kebun PTPN IV, PT Agrowiratama, PT Bakrie Pasaman Plantation, PT Bintara Tani Nusantara, PT Agro Wira Ligatsa, PT Rimbo Panjang Sumber Makmur, dan PT Perkebunan Anak Nagari Pasaman. Hadir juga perwakilan dari Bank Nagari dan Bank Mandiri serta BPJS Kesehatan Cabang Bukittinggi dan Cabang Pasbar.

Baca juga: Komit Bantu Pengentasan Stunting, Nusalima Medika Diganjar Dharma Karya Kencana

Hamsuardi menyebutkan bahwa pemda telah melakukan beberapa kegiatan bersama perusahaan dalam menanggulangi permasalahan kemiskinan, percepatan penurunan stunting, dan percepatan penghapusan kemiskinan ekstrem di Pasbar.

“Jumlah kemiskinan ekstrem di Pasbar berdasarkan data P3KE masih cukup tinggi. Mari bersama memberikan saran dan pendapat agar permasalahan kemiskinan ekstrem maupun permasalahan stunting dapat ditanggulangi. Tahun lalu, kita baru dapat menanggulangi 0,7 persen. Beberapa perusahaan telah mengambil andil, diantaranya Wilmar Group yang memberikan CSR tahun 2023 pada empat sasaran penerima manfaat di Mandiangin, Bayur Kabung, Panjung Pangkal, dan Maligi,” paparnya dalam keterangan resmi Pemkab Pasbar dikutip Senin (16/9).

Baca juga: Angka Stunting Turun Drastis, Bupati Siak Raih Penghargaan dari BKKBN

Risnawanto menambahkan bahwa minimnya anggaran keuangan daerah tidak memungkinkan penyelesaian seluruh persoalan tanpa dukungan dan bantuan dari berbagai pihak, di antaranya perusahaan-perusahaan yang ada di Pasbar.

“Oleh karena itu, kami memohon dukungan dari semua pihak, terutama perusahaan pengolahan kelapa sawit, perkebunan kelapa sawit, perbankan, dan lainnya, dalam menyalurkan CSR perusahaan sebagai dukungan penanggulangan kemiskinan, percepatan penurunan stunting, dan percepatan penghapusan kemiskinan ekstrem,” ujarnya.

Sementara itu, menurut Ikhwanri, pada tahun 2023, tingkat kemiskinan di Pasbar berada pada angka 6,92  persen (33.520 jiwa) dengan target penurunan menjadi 6,58 persen. Sementara prevalensi stunting tahun 2023 berada pada angka 29,7 persen atau setara dengan 5.098 balita, dengan target turun menjadi 14 persen. "Sedangkan kemiskinan ekstrem tahun 2023 berada pada angka 0,70 persen atau 3.410 jiwa," sebutnya.