Bengkulu, elaeis.co - Para petani kelapa sawit di Bengkulu kurang antusias terhadap program pembuatan pupuk organik. Padahal program tersebut dimaksudkan untuk mengurangi ketergantungan petani terhadap  pupuk non subsidi.

Kepala Dinas Tanaman Pangan Hortikultura dan Perkebunan Provinsi Bengkulu, M Rizon, mengungkapkan keprihatinannya terhadap kurangnya antusiasme petani sawit terkait program pembuatan pupuk organik. 

Meskipun pupuk organik dianggap sebagai alternatif yang potensial untuk mengatasi harga pupuk non-subsidi yang tinggi, para petani di wilayah ini masih meragukan manfaatnya.

"Program pembuatan pupuk organik seharusnya menjadi solusi bagi petani sawit dalam menghadapi tingginya harga pupuk non subsidi. Namun, kami melihat bahwa kurangnya pemahaman dan pengetahuan tentang manfaat pupuk organik membuat program ini kurang diminati oleh para petani," kata Rizon, Selasa (19/12).

Kondisi ini menjadi sorotan karena pupuk organik memiliki potensi untuk meningkatkan produktivitas tanaman sawit sekaligus menjaga keberlanjutan lingkungan. 

Meskipun demikian, petani cenderung tetap memilih pupuk non-subsidi meskipun harganya tinggi, mungkin karena kebiasaan dan kurangnya sosialisasi terkait manfaat pupuk organik.

"Kita agak sulit mengubah kebiasaan petani sawit di daerah karena mereka menganggap pupuk organik kalah dengan pupuk kimia," ujarnya.

Ketidakpercayaan petani terhadap program pupuk organik ini menjadi tantangan bagi pihak berwenang dalam mempromosikan dan mensosialisasikan manfaatnya. 

Diperlukan pendekatan yang lebih intensif untuk meningkatkan kesadaran petani terhadap potensi positif pupuk organik dalam jangka panjang.

"Kami pikir perlu pendekatan yang lebih intensif untuk meningkatkan kesadaran petani terhadap potensi positif pupuk organik dalam jangka panjang," tuturnya.
 
Sebagai langkah awal, Rizon berharap agar pemerintah daerah di kabupaten/kota dan pihak terkait dapat meningkatkan edukasi dan pendampingan langsung kepada petani.

"Kami berkomitmen untuk terus mendukung petani sawit dan memberikan pemahaman yang lebih baik tentang manfaat pupuk organik. Ini adalah investasi jangka panjang yang dapat mendukung keberlanjutan sektor pertanian," pungkasnya.

Beberapa petani sawit di Provinsi Bengkulu memberikan tanggapan terhadap program ini. 

Salah satu petani sawit di Bengkulu Utara, Budi Santoso, menyatakan, lebih percaya pada pupuk non subsidi karena sudah terbukti memberikan hasil yang baik. Sementara pupuk organik belum bisa memberikan hasil yang sama atau bahkan lebih baik.

"Kami lebih percaya pada pupuk non subsidi karena sudah terbukti memberikan hasil yang baik. Belum ada bukti yang cukup meyakinkan bahwa pupuk organik bisa memberikan hasil yang sama atau bahkan lebih baik," tutupnya.