Pasir Pangaraian, elaeis.co - Masyarakat Desa Koto Tandun, Kecamatan Tandun Kabupaten Rokan Hulu (rohul), Riau, kecewa. PT Surya Sawit Mandiri (SSM) yang beroperasi di desa itu seolah tidak mengambil pelajaran dari pencemaran limbah ke Sungai Bawa.
Pasalnya, tanggul kolam limbah Pabrik Kelapa Sawit (PKS) di Kampung Langgak, rentan jebol. Di dua kolam penampungan, ketinggian air limbah sudah menyentuh bibir tanggul sehingga limbah terus merembes keluar.
Ada beberapa selang besar yang dipasang untuk menyedot limbah yang sempat meluber. Ini menyebabkan volume kolam terus bertambah meski perusahaan mengalirkan limbah lewat pipa ke kebun sawit untuk dijadikan pupuk lewat metode land application.
Tono,warga Koto Tandun, menilai kolam penampungan limbah PT SSM rawan jebol. "Kita tak mau insiden tercemarnya Sungai Bawa 27 Maret lalu terulang karena akan merusak ekosistem, termasuk matinya ratusan ikan," katanya kepada elaeis.co kemarin.
"Kalau dilihat dari beberapa kolam yang ada, kesiapan mereka untuk menghindari resiko terjadinya pencemaran limbah memang belum dikaji dengan matang. Beberapa tanggul kolam yang ada itu sangat beresiko akan jebol, namun seperti dibiarkan," tambahnya.
Ayah empat orang anak ini mengatakan, kejadian tercemarnya Sungai Bawa yang mengalir Ke Sungai Batang Lubuh membuat masyarakat menjadi resah. "Warga yang berdomisili di wilayah itu terkena dampak, termasuk bau busuk setiap hari," ujarnya.
Itu sebabnya masyarakat mendesak pemerintah setempat memberikan sanksi tegas berupa pencabutan izin operasional perusahaan.
"Kami atas nama masyarakat Desa Koto Tandun yang terdampak limbah pabrik PT SSM meminta tanggung jawab perusahaan. Kami juga minta agar Bupati Rohul segera mencari solusi atas sikap perusahaan yang tidak peduli dengan lingkungan," pungkasnya.
Rawan Jebol, Kolam Limbah Cair PKS PT SSM Seperti Diabaikan
Diskusi pembaca untuk berita ini