Bengkulu, elaeis.co - Dari data hasil Sensus Tani (ST) 2023 yang disampaikan Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Bengkulu, adanya penurunan signifikan jumlah rumah tangga usaha pertanian (RTUP) subsektor tanaman pangan.

BPS mencatat sebanyak 77.491 rumah tangga telah dalam kategori itu atau mengalami penurunan sebesar 22,49 persen dibandingkan dengan data ST 2013. Di sisi lain, subsektor perkebunan sawit tercatat ada 263,8 ribu rumah tangga terlibat atau meningkat 10,93 persen dibandingkan pada sensus sebelumnya.

Kepala BPS Provinsi Bengkulu, Ir Win Rizal mengungkapkan, menurunnya RTUP subsektor tanaman pangan lantaran banyak petani beralih ke tanaman sawit.

"Seharusnya jumlah RTUP subsektor tanaman pangan di Bengkulu lebih banyak, tapi gara-gara kelapa sawit terjadi penurunan yang signifikan. Ini perlu diantisipasi dengan serius, karena akan berpengaruh ke ketersediaan pangan di Bengkulu," kata Win, kemarin.

Menurutnya, penurunan tersebut bisa berdampak serius pada pasokan pangan lokal. Bahkan untuk menekan hal itu  Bengkulu kemungkinan akan mengimpor bahan pangan dari daerah lain jika tidak segera diatasi.

"Kita melihat adanya penurunan RTUP subsektor tanaman pangan, itu perlu diantisipasi. Karena jika pangan tidak tersedia maka dikhawatirkan Bengkulu akan mengimpor pangan dari daerah lain," kata Win.

Win menambahkan, penurunan jumlah RTUP subsektor tanaman pangan di Bengkulu menjadi sorotan karena potensinya untuk mempengaruhi ketahanan pangan. Bagaimanapun, subsektor ini memegang peran penting dalam memenuhi kebutuhan pangan di daerah.

"Jika tren penurunan ini terus berlanjut, dikhawatirkan Bengkulu akan menghadapi tantangan serius dalam menyediakan kebutuhan pangan lokal," ujar Win.