JAKARTA, elaeis.co - Sepekan terakhir harga minyak sawit mentah atau crude palm oil (CPO) terus mengalami kenaikan yang dramatis.

Bahkan, berdasarkan hasil tender yang diselenggarakan oleh PT Kharisma Pemasaran Bersama Nusantara (KPBN), harga CPO meroket sebanyak Rp 130 per kilogram (Kg) sehingga menembus level Rp 13.000 per Kg.

Ternyata situasi positif tersebut tidak berdiri sendiri, melainkan dipengaruhi banyak faktor, baik kebijakan nasional maupun situasi internasional, dalam hal ini kondisi geopolitik dan pasar global.

Dilansir laman Trading Economy yang dikutip elaeis.co, Selasa, 27 Agustus 2024, harga CPO di Bursa Berjangka Malaysia, naik sekitar 1,5 persen atau lebih dari RM per ton.

Ini merupakan kenaikan harga untuk sesi yang keempat dan mencapai puncaknya dalam tiga  minggu terakhir di tengah menguatnya kontrak minyak sawit di Bursa Berjangka Dalian, Tiongkok.. 

Sementara itu, di saat yang sama, harga minyak mentah naik untuk sesi ketiga di tengah meningkatnya kekhawatiran akan konflik yang lebih luas di Timur Tengah (Timteng).

Selain faktor geopolitik di atas, diperkirakan juga harga CPO terus naik karena  kuatnya permintaan dari aalah satu pembeli utama, yaitu India.