Untuk mendukung peran santri dalam pembangunan bangsa, Pemkab Siak juga telah memberikan dukungan pengembangan pondok pesantren, di antaranya menyalurkan bantuan operasional Rp25 juta rupiah per pondok untuk 13 Ponpes pada 2022, dan 7 Ponpes 2023.
"Kita juga mendistribusikan bantuan Rombel untuk sekolah-sekolah yang berada dalam naungan yayasan pondok pesantren. Tahun 2022 yang kita salurkan sebanyak 21 Rombel dengan anggaran Rp1,37 miliar, dan 2023 kepada 5 Rombel dengan anggaran Rp 374,850 juta," terang ayah satu anak ini.
Terkait infrastruktur, lanjut Alfedri, beberapa pondok pesantren juga telah dibantu pemerintah daerah medio 2020-2021, di antaranya pembangunan gedung sekolah, penambahan ruang belajar, dan pembangunan asrama. Total dana melalui CSR perusahaan untuk pembangunan itu Rp3,1 miliar lebih.
"Di bidang kesehatan, kita juga menginisiasi Pos Kesehatan Pesantren (Poskestren) yang mulai dibikin di 46 pondok pesantren. Termasuk kegiatan cek HB dan pemberian tambah darah, hingga Oktober ini sudah diberikan kepada 506 santriwati di 8 pondok pesantren untuk pencegahan anemia dan stunting sejak dini," jelasnya.
Semua bantuan itu diberikan bentuk dukungan dari pemerintah daerah untuk meningkatkan kualitas pendidikan di pondok pesantren, yang saat ini sudah maju.
"Pemerintah daerah akan terus berupaya meningkatkan kualitas pendidikan pondok pesantren, sehingga dapat menghasilkan lulusan yang cerdas, berakhlak mulia, dan mampu menjadi agen perubahan masyarakat," terangnya.
Bupati Siak: Santri Agen Perubahan
Diskusi pembaca untuk berita ini