Gulat juga menegaskan bahwa penyelenggaraan SIEXPO ke-4 tahun 2026 menjadi momentum penting untuk memperkuat posisi sawit sebagai komoditas strategis Indonesia.

"SIEXPO ke-4 tahun 2026 adalah momentum yang sangat tepat di tengah semakin tingginya manfaat dari sawit, terutama dalam mendorong perekonomian dari desa ke kabupaten, dari kabupaten ke provinsi, dari provinsi ke Indonesia, hingga dari Indonesia ke dunia. Riau sebagai barometer perkebunan kelapa sawit Indonesia harus mendapatkan tempat sebagai rumahnya sawit Indonesia," katanya.

Sementara itu, Ketua Panitia Pelaksana SIEXPO 2026, Qayuum Amri, mengatakan industri sawit tetap menjadi salah satu sektor paling strategis bagi perekonomian nasional meski menghadapi tantangan global maupun domestik. 

Selain menyerap jutaan tenaga kerja, industri sawit juga diperkirakan memberikan kontribusi penerimaan negara sekitar Rp600 triliun setiap tahun, sehingga memiliki peran besar dalam menjaga pertumbuhan ekonomi Indonesia.

Menurutnya, SIEXPO diselenggarakan sebagai wadah kolaborasi yang mempertemukan seluruh mata rantai industri sawit. Mulai dari pemerintah, perusahaan perkebunan, petani, koperasi, penyedia teknologi, lembaga keuangan, perguruan tinggi, hingga pelaku UMKM hadir dalam satu forum untuk saling berbagi inovasi, membangun jejaring bisnis, serta memperkuat sinergi dalam pengembangan industri sawit nasional.

Mengusung tema "Kolaborasi, Inovasi, dan Resiliensi Industri Sawit", SIEXPO 2026 menghadirkan 185 stan pameran yang menampilkan beragam inovasi di bidang pupuk, mekanisasi, alat dan mesin pertanian, produk hilir sawit, teknologi digital, jasa keuangan, hingga produk-produk UMKM berbasis sawit. 

Sejumlah perguruan tinggi dan lembaga riset juga turut memamerkan hasil inovasi yang diharapkan mampu meningkatkan produktivitas sekaligus keberlanjutan sektor perkebunan.

Qayuum menjelaskan antusiasme peserta terus meningkat dari tahun ke tahun. Hingga hari pertama penyelenggaraan, lebih dari 4.000 pengunjung telah menghadiri pameran, sementara panitia menargetkan total kunjungan menembus 10.000 orang selama tiga hari pelaksanaan.

Ia juga menyebut SIEXPO kini berkembang menjadi ajang berskala regional dengan melibatkan peserta dari Malaysia, Singapura, Thailand, serta sejumlah negara produsen sawit lainnya.