Jakarta, elaeis.co - Saham-saham sektor perkebunan kelapa sawit kompak menghijau pada perdagangan Senin (20/4). Lonjakan ini terjadi seiring menguatnya harga crude palm oil (CPO) global yang terdorong kenaikan harga minyak mentah serta sentimen positif dari pasar minyak nabati dunia.
Data Bursa Efek Indonesia (BEI) hingga pukul 11.13 WIB menunjukkan, sejumlah emiten sawit mencatatkan kenaikan signifikan.
PT Gozco Plantations Tbk (GZCO) memimpin penguatan dengan lonjakan 4,46% ke level Rp234 per saham.
Tak jauh di belakang, PT Triputra Agro Persada Tbk (TAPG) naik 3,58% ke Rp1.880 per saham. Sementara itu, PT Tunas Baru Lampung Tbk (TBLA) menguat 3,45% dan PT PP London Sumatra Indonesia Tbk (LSIP) naik 3,36%.
Kenaikan juga dirasakan emiten lainnya. PT Dharma Satya Nusantara Tbk (DSNG) naik 2,10%, PT Jhonlin Agro Raya Tbk (JARR) menguat 2,03%, serta PT Sinar Mas Agro Resources and Technology Tbk (SMAR) bertambah 1,80%. Bahkan saham PT Eagle High Plantations Tbk (BWPT) dan PT Teladan Prima Agro Tbk (TLDN) ikut terdongkrak masing-masing 1,52% dan 0,75%.
Penguatan saham sawit ini tak lepas dari pergerakan harga CPO global yang kembali naik.
Di pasar regional, kontrak berjangka CPO di Bursa Malaysia Derivatives Exchange untuk pengiriman Juli tercatat naik 0,45% menjadi 4.470 ringgit Malaysia per ton pada awal perdagangan.
Kenaikan ini mengikuti lonjakan harga minyak mentah dunia yang sempat rebound lebih dari 6%, setelah sebelumnya terkoreksi tajam. Situasi geopolitik global disebut menjadi salah satu pemicu utama.
Mengutip laporan Reuters, ketegangan di kawasan Selat Hormuz kembali memanas menyusul saling tuding antara Amerika Serikat dan Iran terkait pelanggaran gencatan senjata. Kondisi ini memicu kekhawatiran pasar terhadap pasokan energi global.
Kenaikan harga minyak mentah membuat CPO semakin kompetitif sebagai bahan baku biodiesel. Hal ini otomatis meningkatkan permintaan dan menjadi katalis positif bagi harga.
Di sisi lain, pergerakan minyak nabati lain juga turut memengaruhi. Minyak kedelai di Chicago Board of Trade (CBOT) naik 0,54%, sementara di Dalian, kontrak soyoil melemah tipis 0,05% dan minyak sawit menguat 0,16%.
Sebagai komoditas yang bersaing di pasar global, harga CPO memang cenderung bergerak sejalan dengan minyak nabati lainnya.
Dari sisi fundamental, prospek permintaan CPO juga mendapat dorongan tambahan. Malaysian Palm Oil Board (MPOB) memperkirakan konsumsi biodiesel berbasis sawit di Malaysia akan meningkat lebih dari 300.000 ton per tahun.
Kenaikan ini sejalan dengan langkah Malaysia mengikuti Indonesia dalam meningkatkan mandat pencampuran biodiesel guna menekan impor energi.
Kombinasi antara faktor global dan domestik ini membuat saham-saham sawit kembali dilirik investor. Sentimen positif dari harga komoditas jadi bahan bakar utama yang mendorong pergerakan sektor ini.
CPO Global Menguat, Deretan Saham Sawit RI Langsung Ngegas
Diskusi pembaca untuk berita ini