BRIN, ungkapnya, juga telah menjalin berbagai kemitraan baik dengan lembaga dalam maupun luar negeri, seperti JAXA, NASA, dan Google, untuk terus mengembangkan teknologi GEOMIMO ini.
Pihaknya yakin dengan kolaborasi ini, GEOMIMO akan mendukung perkebunan sawit yang berkelanjutan, ketahanan pangan, kehutanan, keamanan di kawasan pantai utara (Pantura) Pulau Jawa, rencana tata ruang dan deteksi pemukiman kumuh, serta aspek lingkungan dan perlindungan.
Rokhis menegaskan bahwa GEOMIMO berbasiskan ilmu geoinformatika, sebuah bidang keilmuan yang mengintegrasikan ilmu komputer, sistem informasi, dan geografi.
Baca juga: BRIN Kaji Penggunaan Sawit untuk Pakan Ternak Ayam. Ini Tujuannya!
Tujuannya, ujar Rokhis, untuk mengatasi permasalahan kebumian yang kompleks dengan memanfaatkan big data, machine learning, dan kecerdasan buatan (AI).
Perlu diketahui, BRIN sendiri telah memiliki Pusat Riset Geoinformatika (PRG) yang berada di bawah Organisasi Riset Elektronika dan Informatika (OREI)," beber Rokhis Khomarudin.
Dirinya kemudian menejaslkan, penelitian dalam bidang geoinformatika di BRIN dibagi menjadi empat kelompok utama, yakni geodata, geokomputasi, geoinformasi, dan geovisualisasi.
Baca juga: BRIN Jalankan Riset untuk Tingkatkan Produksi Biogas di PTPN IV
“Kelompok geodata fokus pada transformasi data mentah menjadi data siap pakai untuk penginderaan jauh dan spasial siap pakai,” kata dia.
“Geokomputasi fokus pada penginderan data jauh menjadi data informasi spasial. Geoinformasi menjadi informasi pengetahuan geografi dan pemodelan aplikasi tertentu,” ucapnya.
Data Lahan Sawit Selalu Berbeda, BRIN Kembangkan Teknologi GEOMIMO dan Dikerjasamakan dengan NASA dan Google
Diskusi pembaca untuk berita ini