Kemudian, sambung Rokhis, geovisualisasi dan infrastruktur geoinformatika fokus pada visualisasi informasi geografis dan pengembangan antarmuka komputer manusia.

Rokhis menuturkan, saat ini teknologi penginderaan jauh dan geoinformatika terus mengalami perkembangan yang pesat, terutama dalam hal resolusi spasial dan revisi waktu. 

Perkembangan ini membuka berbagai peluang baru dalam pemanfaatan data satelit untuk berbagai kebutuhan, mulai dari pemetaan hingga analisis lingkungan.

“Dulu, revisi waktu citra satelit bisa memakan waktu hingga 20 hari, sekarang kita bisa mendapatkan data baru kurang dari satu hari,” ujar Rokhis. 

Baca juga: Perakitan Varietas Unggul Palma Selain Sawit Masih Minim, BRIN Genjot Riset

Hal ini didukung oleh kerja sama internasional dalam pengembangan konstelasi satelit, serta kemajuan dalam teknologi satelit mikro dan nano yang memungkinkan pengumpulan data secara lebih efisien.

Selain itu, ia menambahkan, platform berbagi data dan engine atau mesin pemetaan juga terus berkembang hingga saat ini dan di masa mendatang. 

Teknologi GEOMIMO ini, ucap Rokhis, memungkinkan pengolahan data secara global, termasuk dengan berbaai aplikasi seperti Global Forest Watch, yang mampu menampilkan informasi terkait kondisi hutan di seluruh dunia. 

Atau aplikasi seperti Copernicus EO Browser dan Google Earth Engine (GEE) juga memberikan kontribusi signifikan dalam menyediakan informasi spasial yang cepat dan akurat.