Pekanbaru, elaeis.co - Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Riau mengungkap fakta mengejutkan terkait kasus demonstrasi yang berujung perusakan, pembakaran dan penjarahan di PT Seraya Sumber Lestari (SSL) di Desa Tumang, Kabupaten Siak pada (11/6) lalu.
Direktur Reskrimum Polda Riau, Kombes Asep Darmawan mengungkapkan bahwa para pelaku bergerak secara anarkis ke perusahaan Hutan Tanaman Industri (HTI) tersebut tidak secara spontan. Melainkan diduga kuat dikendalikan oleh
pihak pemodal besar yang memiliki kepentingan tersembunyi.
Berita Terkait: Tetapkan 13 Tersangka Kasus PT SSL, Polda Riau Ingatkan Bupati Siak: Jangan Salah Bela, Ada Cukong Dibalik Ini Semua
Ini berbeda dengan pernyataan Pemerintah Kabupaten Siak dan Polres Siak bahwa aksi ratusan massa menggeruduk PT SSL dilakukan secara spontan.
“Dari hasil penyelidikan para pelaku mengaku disuruh oleh pihak tertentu yang merupakan pengusaha. Ada yang memprovokasi, ada yang membiayai. Bahkan salah satu tersangka diketahui membakar klinik milik perusahaan,” jelas Asep, Senin (23/6).
Dari hasil penghitungan, kerusakan yang ditimbulkan dalam insiden ini cukup signifikan. Sebab, sejumlah kendaraan roda dua dan roda empat, bangunan kantor, rumah karyawan, hingga satu unit klinik perusahaan hangus terbakar. Selain itu, barang-barang seperti mesin air dan sepeda motor juga turut dijarah.
“Kerugian yang dialami PT SSL ditaksir mencapai Rp15 miliar,” kata Kombes Asep.
Dari hasil pendalaman yang dilakukan kepolisian, diketahui bahwa lahan yang menjadi objek konflik merupakan kawasan hutan seluas 19.500 hektar yang telah diberikan hak pengelolaan kepada PT SSL oleh Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) untuk keperluan hutan tanaman industri (HTI).
“Nah, sementara yang diklaim oleh kelompok masyarakat lahan mereka sekitar 9.000 hektar,” jelas Kombes Asep.
Namun yang mencengangkan, sebagian orang yang mengklaim lahan tersebut ternyata bukan warga Tumang, melainkan kelompok luar.
"Ada pemilik lahan ribuan hektar yang berasal dari luar daerah, bahkan dari Pekanbaru. Mereka memanfaatkan masyarakat sekitar untuk memperjuangkan kepentingan pribadi," kata Asep.
Fakta Mengejutkan soal Keributan PT SSL di Siak Terungkap, Ternyata...
Diskusi pembaca untuk berita ini