Jakarta, elaeis.co – Produktivitas perkebunan sawit diprediksi meningkat signifikan setelah Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (GAPKI) bersiap melepas serangga penyerbuk asal Tanzania.
Ketua Umum GAPKI, Eddy Martono, menyatakan bahwa serangga penyerbuk ini bisa meningkatkan hasil panen hingga 15 persen per hektar.
Baca Juga: Akibat Perang Timur Tengah, Eksportir Sawit RI Tercekik, Biaya Logistik Melejit 50%
“Harusnya bisa naik sampai kira-kira 10–15 persen lah. Kenaikan produksinya kita harapkan dengan serangga penyerbuk,” ujar Eddy saat ditemui di Kantor Kementerian Pertanian, Jakarta, Rabu (11/3).
Dengan bantuan serangga penyerbuk, pembentukan buah sawit lebih sempurna, sehingga produksi tandan buah segar (TBS) per hektar per tahun yang saat ini rata-rata 24 ton bisa meningkat dua kali lipat.
Baca Juga: GAPKI: Replanting Sawit Bisa Jalan, Kalau Pemerintah Kasih Biaya Hidup Petani
Eddy menjelaskan bahwa pelepasan serangga ini direncanakan pada April mendatang di Medan, Sumatera Utara, dan akan dipimpin langsung oleh Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman.
“Rencana kita minta Menteri yang melepas untuk ini. Karena ini sangat monumental, meningkatkan produktivitas,” ujar Eddy.
Menurutnya, efek positif dari serangga penyerbuk bisa terlihat dalam waktu sekitar enam bulan setelah dilepas di perkebunan.
Hadi Sugeng, perwakilan GAPKI, menambahkan bahwa ada tiga jenis serangga penyerbuk dari Tanzania yang sudah siap dilepas, yaitu Herodotus cambricus, Herodotus lachitatus, dan Herodotus supitatus.
Saat ini, ketiga jenis serangga tersebut sedang dikembangbiakkan di Pusat Penelitian Kelapa Sawit (PPKS) Medan dan telah memakan waktu sekitar dua tahun sebelum siap digunakan di kebun anggota GAPKI.
“Pelepasan saat ini terbatas, hanya di perkebunan anggota GAPKI dulu, kemudian akan diperluas ke masyarakat,” jelas Hadi.
Program inovatif ini menjadi salah satu langkah GAPKI untuk mendukung petani sawit mendapatkan hasil maksimal dari kebun mereka.
Dengan produktivitas meningkat, para petani diharapkan bisa mendapatkan panen optimal sekaligus memperkuat posisi Indonesia sebagai produsen sawit terbesar dunia.
GAPKI menegaskan bahwa pemanfaatan serangga penyerbuk ini juga sejalan dengan upaya menjaga keberlanjutan perkebunan sawit dan mendukung efisiensi produksi secara ramah lingkungan.
GAPKI Siap Lepas Serangga Penyerbuk Super, Petani Bisa Panen Sawit Maksimal
Diskusi pembaca untuk berita ini