Jakarta, Elaeis.co - Petani di Kecamatan XIV Koto, Kabupaten Mukomuko, Provinsi Bengkulu, mengeluhkan turunnya produksi tandan buah segar (TBS) kelapa sawit hingga 50 persen. Kondisi ini dipicu pengaruh musim trek atau sedikit berbuah.

“Saat musim trek sekarang ini produksi buah sawit turun drastis. Dari biasanya minimal hasil panen sawit satu ton per hektar, sekarang hanya 300 hingga 500 kilogram,” kata petani sawit di Kecamatan XIV Koto, Darsono, dikutip Antara.

Ia mengatakan, musim sedikit berbuah ini bukan karena tanaman kelapa sawit kurang pemeliharaan atau kurang pupuk. “Memang pasti terjadi setiap tahun,” jelasnya.

Menurutnya, musim trek yang dialami tanaman kelapa sawit milik petani di wilayah XIV Koto berlangsung selama empat bulan. Lebih lama dibandingkan musim trek di kebun kelapa sawit yang berada di lahan gambut.

“Sawit milik petani di wilayah ini ditanam di tanah kuning, biasanya musim trek bisa selama empat bulan. Berbeda dengan di lahan gambut, hanya dua bulan,” bebernya.
 
Berkurangnya pasokan TBS, katanya, menyebabkan harga TBS naik dibandingkan sebelumnya. “Pabrik minyak kelapa sawit membeli lebih tinggi. Sayangnya buah sawit sekarang sedikit,” sebutnya.

“Kami hanya berharap agar harga TBS bisa bertahan sampai berakhirnya musim trek,” tambahnya.

Kasi Kemitraan dan Perizinan Perkebunan Dinas Pertanian Kabupaten Mukomuko Sudianto menyebutkan, harga TBS kelapa sawit di beberapa pabrik minyak kelapa sawit di daerah ini naik Rp 20 hingga Rp 90 per kilogram dalam beberapa hari terakhir.