Siak, elaeis.co - Dugaan pengutipan uang sebesar Rp100 ribu jika masuk ke pabrik kelapa sawit PT KTU direspon Lembaga Adat Melayu Riau (LAMR) Kabupaten Siak. 

Tameng Adat LAMR Siak mengingatkan agar perusahaan yang beroperasi di Kecamatan Koto Gasib tersebut tidak menambah penderitaan petani di tengah tidak stabilnya harga TBS sawit. 

Berita Terkait: Jika Mau Masuk ke Pabrik PT KTU Siak, Siapkan Duit Rp100 Ribu untuk 'Orang Grading', Kalau Enggak Petani Sawit Bisa Pusing

"Jika benar itu dilakukan oleh oknum perusahaan, memang keterlaluan. Janganlah bikin petani sawit tambah pusing," kata Sekretaris Tameng Adat LAMR Siak, Rolis Muchtar, SH kepada elaeis.co, Kamis (9/7). 

Menurutnya, kehadiran korporasi sawit sejatinya membuat petani senang, bukan sebaliknya. Rolis juga tidak menampik bahwa selama ini permasalahan perusahaan itu cukup banyak. 

Termasuk konflik lahan seluas 80 hektar dengan 117 kepala keluarga di Koto Gasib hingga dugaan setoran Rp150 juta per bulan ke Yayasan Islamic Center Siak, yang belum ada kejelasan. 

"Soal lahan dan dugaan setoran itu hingga saat ini kan tidak ada kejelasan. Belum lagi keluhan warga sekitar terkait jalan utama mereka yang rusak parah tapi tidak dipedulikan oleh pihak perusahaan," ujar Panglima Setia Usaha LAMR Siak ini. 

Terkait rentetan permasalahan ini, Rolis mengaku akan segera berkoordinasi dengan pihak-pihak terkait agar perusahaan tidak semena-mena dengan petani maupun masyarakat sekitar. 

"Insya Allah, secepatnya akan kita kordinasikan," pungkasnya.