Bengkulu, elaeis.co - Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) Bengkulu Undang Sumbaga mengatakan pihaknya berencana menjalin kerja sama dengan pemerintah daerah dan berbagai pihak terkait khususnya sektor swasta guna mendorong pengembangan industri pellet biomassa.
"Dalam hal ini, pendampingan teknis dan dukungan kebijakan dianggap penting untuk menciptakan ekosistem yang menguntungkan dan mempercepat adopsi teknologi ini," katanya, kemarin.
Menurut Undang, pihaknya berharap ada sinergi antara sektor swasta dan pemerintah daerah dalam mewujudkan potensi ini.
"Dengan adanya dukungan dan kebijakan yang kondusif, industri pellet biomassa dapat berkembang pesat, menciptakan lapangan kerja, serta mengurangi dampak negatif dari limbah kelapa sawit," ungkap Undang.
HIPMI Bengkulu juga berencana untuk mengadakan sosialisasi dan pelatihan kepada masyarakat dan pelaku usaha terkait proses produksi pellet biomassa.
Tujuannya, menurut Undang, untuk meningkatkan pemahaman dan kesadaran tentang potensi penggunaan limbah kelapa sawit sebagai sumber energi yang berkelanjutan.
"Kami akan menggelar serangkaian kegiatan sosialisasi dan pelatihan agar masyarakat dan pelaku usaha dapat memanfaatkan peluang ini secara maksimal. Dengan memahami proses produksi dan manfaatnya, diharapkan semakin banyak pihak yang tertarik dan terlibat dalam pengembangan industri pellet biomassa di Bengkulu," ujar Undang.
Diharapkan, langkah inovatif yang diambil oleh Ketua HIPMI Bengkulu ini dapat menjadi inspirasi bagi daerah lain untuk mengatasi masalah limbah kelapa sawit dengan cara yang lebih berkelanjutan dan ramah lingkungan.
Dukungan dari berbagai pihak, termasuk pengusaha dan pemerintah daerah, diharapkan dapat mempercepat transformasi energi dan pembangunan ekonomi berkelanjutan di Bengkulu dan daerah sekitarnya.
HIPMI Bengkulu akan Gandeng Pemda Kembangkan Industri Pellet Biomasa
Diskusi pembaca untuk berita ini