Jakarta, elaeis.co – PT Kereta Api Indonesia (Persero) atau KAI berhasil menerapkan penggunaan biodiesel B50 pada armada lokomotif dan kereta pembangkit. 

Keberhasilan ini terjadi di tengah langkah pemerintah yang kini mulai menggeber persiapan penerapan biodiesel B60 pada 2027.

Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) tengah mengkaji sejumlah aspek penting sebelum kebijakan B60 diterapkan. 

Mulai dari kesiapan pasokan minyak kelapa sawit mentah atau crude palm oil (CPO), kapasitas industri Fatty Acid Methyl Ester (FAME), hingga spesifikasi teknis bahan bakar.

Wakil Menteri ESDM Yuliot mengatakan percepatan program B60 merupakan tindak lanjut dari arahan Presiden Prabowo Subianto. 

Pemerintah pun mulai melakukan konsolidasi dari sektor hulu hingga hilir untuk memastikan program tersebut dapat berjalan.

“Dari industri FAME, kita juga akan implementasi B60, baik itu mandatori PSO maupun non-PSO,” ujar Yuliot dalam The 12th IndoEBTKE ConEx 2026 di Jakarta.

Menurutnya, kesiapan pasokan CPO menjadi salah satu faktor utama. 

Pemerintah membuka berbagai opsi, termasuk meningkatkan produktivitas perkebunan hingga perluasan areal, untuk memenuhi kebutuhan bahan baku biodiesel.

Di sisi lain, Direktur Jenderal Energi Baru, Terbarukan, dan Konservasi Energi (EBTKE) Kementerian ESDM Eniya Listiani Dewi menyebut formulasi spesifikasi FAME menjadi tantangan besar dalam pengembangan B60.