Dia menegaskan, Pemprov Kalsel juga berkomitmen untuk terus mendukung pengembangan perkebunan kelapa sawit yang berkelanjutan, salah satunya melalui penerbitan Peraturan Gubernur Nomor 013 Tahun 2023 tentang Rencana Aksi Daerah Perkebunan Kelapa Sawit Berkelanjutan. Dalam hal ini, pemerintah juga mendorong kolaborasi antara petani sawit rakyat dan perusahaan perkebunan dalam rangka meningkatkan kesejahteraan ekonomi masyarakat.

“Program ini merupakan bagian dari upaya kami untuk mendorong pertumbuhan ekonomi yang merata, dengan pemanfaatan lahan secara optimal dan berkelanjutan. Kami juga mendorong adanya kemitraan antara petani dan perusahaan untuk mewujudkan kesejahteraan bersama,” tambahnya.

Husnul menekankan bahwa Pemprov Kalsel mendukung penuh arahan Presiden RI Prabowo Subianto dalam rangka program swasembada pangan dengan mendorong pengembangan padi lahan kering, salah satunya di lahan perkebunan.

“Kami akan terus mendorong pemanfatan lahan perkebunan baik di inti maupun di lahan plasma untuk tanaman pangan seperti padi gogo, jagung dan tanaman pangan lainnya yang sesuai dengan kondisi lahan sekitar perkebunan kelapa sawit,” tuturnya.

Oleh karena itu, dukungan dan peran aktif dari para bupati wilayah sawit sangat diperlukan, sehingga upaya mewujudkan perkebunan kelapa sawit di Kalimantan Selatan berkelanjutan dan optimalisasi lahan mendukung swasembada pangan dapat terwujud.

“Semoga kegiatan ini menjadi langkah awal dalam membangkitkan semangat untuk bersama-sama mewujudkan swasembada pangan di Kalimantan Selatan,” jelasnya.

Pj. Bupati Kabupaten Tanah Laut H. Syamsir Rahman MS juga mendukung upaya memperkuat produksi pangan melalui pemanfaatan lahan peremajaan sawit rakyat (PSR).

“Program ini yang diharapkan mampu memaksimalkan produktivitas lahan perkebunan serta meningkatkan pendapatan petani maupun pemenuhan kebutuhan pangan masyarakat,” tukasnya.