Lipsus 

Kembangkan Bibit Sawit, Warga Pekanbaru Raup Puluhan Juta Tiap Bulan

Kembangkan Bibit Sawit, Warga Pekanbaru Raup Puluhan Juta Tiap Bulan
Kembangkan Bibit Sawit, Warga Pekanbaru Raup Puluhan Juta Tiap Bulan

Pekanbaru, Elaeis.co - Wahyu tak menyangka tekadnya menjual bibit sawit pada 2008 lalu terus memberikan keuntungan kepadanya. Bahkan dari bisnis itu, kini Wahyu dapat meraup untung hingga puluhan juta setiap bulannya.

Pria 30 tahun itu, menyemai bibit sawit yang dibelinya dari kota Medan, Sumatera itu di lahan seluas 6 hektare yang terletak di bilangan jalan Tengku Bey, Marpoyan Damai, Pekanbaru. 

Wahyu mengaku peluang bisnis membudidayakan bibit sawit ini sangatlah bagus. Terlebih saat ini harga tandan buah segar (TBS) kelapa sawit di Riau saat ini menyentuh angka Rp2.800/kg.

"Harga TBS sangat mempengaruhi penjualan bibit sawit yang kita tawarkan. Jika rendah maka kita juga harus menurunkan harga bibit tersebut," terangnya saat berbincang bersama Elaeis co, Kamis (26/08).

Sementara, pandemi covid-19 yang kini masih menjadi momok di seluruh pelosok dunia justru malah tidak mempengaruhi permintaan bahkan harga bibit sawit. Sebab, trandnya saat ini banyak warga justru memilih bercocok tanam ketimbang keluar rumah yang justru beresiko terpapar virus tersebut.

"Saat ini, rata-rata 500 batang bibit sawit terjual setiap bulan. Ini jumlah total semua umur dan semua varitas bibit yang ada," terangnya.

Di lahan seluas 6 hektar itu, Wahyu menanam berbagai pilihan bibit sawit berkualitas. Seperti Dampi, Yangambi, Topas, 540, DXP239 dan sebagainya. Untuk usia tanam bibi Titu mulai dari 8 bukan sampai 2 tahun. 

Untuk harga, bibit sawit tersebut dibandrol Wahyu dengan harga yang bervariasi. Mulai dari Rp35 ribuan sampai Rp45 ribuan. "Hampir seluruh wilayah  Riau menjadi pangsa pasar Kuta saat ini. Paling jauh di Sumatera Barat," bebernya.

Dengan ratusan barang bibit perbulan tadi, Wahyu dapat mengantongi omset hingga Rp50 juta. Dari omset itu Ia dapat menggaji 10 orang karyawan serta mencukubi kebutuhan perawatan bibit yang ada.

"Bersih Rp30 juta adalah," ujar mantan peternak ayam potong ini.

Pendapatan tiap bulan itu kata Wahyu masih dapat terus meningkat. Terlebih minat bibit sawit saat ini juga terus tumbuh seiring dengan hadirnya program Peremajaan Sawit Rakyat (PSR) di beberapa daerah.

"Belakangan ini, kita cukup kewalahan dengan pesanan petani. Satu orang ada yang pesan ribuan bibit," katanya.

Kendati demikian, Wahyu saat ini masih melayani konsumen yang memang petani perorangan bukan dari pihak perusahaan.

"Kita optimis prospek kedepannya sangat bagus. Kita berharap harga sawit stabil, agar harga bibit kita juga stabil," tandasnya.

Editor: Sany Panjaitan