Bengkalis, elaeis.co - Sebanyak 154 anak petani kelapa sawit yang didampingi Asosiasi Petani Kelapa Sawit Perusahaan Inti Rakyat (Aspek-PiR) lulus seleksi administrasi program beasiswa kelapa sawit 2026. Kini para anak-anak tersebut tengah bersiap mengikuti seleksi tahap selanjutnya.

Abdul Kadir Siregar, selaku Ketua Aspek-Pir Bengkalis mengaku cukup bangga lantaran melihat antusiasme pada anak petani kelapa sawit itu untuk ikut berkompetisi mendapatkan beasiswa pendidikan dari Badan Pengelolaan Dana Perkebunan (BPDP). Dimana para peserta tersebut datang dari sejumlah wilayah di Kabupaten berjuluk Negeri Sri Junjungan tersebut.

"Dalam proses ini kita hanya memfasilitasi dan mendampingi para peserta. Dimana tahun ini dari Aspek-Pir cukup banyak pesertanya. Ini bukti minat para siswa untuk menimba ilmu cukup tinggi," tuturnya saat berbincang dengan elaeis.co, Sabtu (20/6).

Cerita Abdul, seluruh peserta yang ikut adalah anak petani kelapa sawit, yang memang bergantung pada komoditi andalan indonesia tersebut. "Semoga seluruh peserta lulus dan menerima beasiswa sawit sehingga dapat menimba ilmu di perguruan tinggi sebagai penyelenggara pendidikan," tegasnya.

Untuk diketahui, program ini merupakan langkah pengembangan sumber daya manusia perkebunan kelapa sawit. Dimana diharapkan dapat mencetak sumber daya manusia unggul dan kompeten yang tidak hanya memahami aspek teknis perkebunan, tetapi juga memiliki wawasan manajerial, inovasi teknologi, serta kepedulian terhadap keberlanjutan lingkungan.

Program ini dinilai bukan hanya sekadar bantuan pendidikan, tetapi investasi jangka panjang untuk masa depan industri kelapa sawit Indonesia yang lebih maju, berkelanjutan, dan berdaya saing tinggi di kancah internasional. 

Untuk kuota sendiri, tahun 2026 ini ditargetkan penerima beasiswa ini mencapai 5.000 orang. Sedangkan untuk pendaftaran akan ditutup pada 20 Juni 2026 malam ini.