Limapuluh Kota, elaeis.co - Buah durian yang dihasilkan para petani di Nagari Koto Alam, Kecamatan Pangkalan Koto Baru, Kabupaten Limapuluh Kota, Provinsi Sumatera Barat (Sumbar), memiliki cita rasa yang tinggi, yang banyak diminati konsumen dari daerah tetangga, terutama Riau.

Sejumlah petani di kawasan itu mengaku tidak menerapkan perlakuan khusus terhadap batang duriannya sehingga memiliki cita rasa tinggi. "Kami di sini hampir tidak pernah menjual buah durian hasil dikarbit, melainkan buah yang langsung jatuh dri batang," aku Ridwan, petani durian di nagari itu, kepada elaeis.co, Kamis (9/2/2023).

Agus, petani lainnya, menjelaskan ia juga tidak pernah menerapkan perlakuan khusus terhadap tanaman duriannya, mulai sejak ditanam sampai berbuah.

"Dibiarkan saja tumbuh secara alami," katanya. "Tidak pernah ditaburi pupuk, apalagi pestisida pembasmi hama tanaman," ia menambahkan.

Paling banter, menurut Agus, batang durian yang biasanya ditumpangsarikan dengan tanaman lain dijaga agar jangan sampai tertimpa oleh batang tanaman lain atau terinjak.

Diakui Agus, cara yang ia terapkan bersama sebagian besar petani di nagari itu tergolong lambat menghasilkan buah. "Biasanya di atas 10 tahun," ungkapnya.

Diceritakan Agus, pernah beberapa petani setempat mencoba membudidayakan durian varietas unggul. "Hampir tidak ada yang jadi," tandasnya.

Diakui, durian varietas unggul cepat berbuah, hanya sekitar lima tahun. "Tapi rata-rata petani di sini tidak cukup modal untuk itu," terangnya.

Mulai saja bibit ditanam sampai menghasilkan buah, imbuh Agus, tanaman itu memerlukan pemupukan yang cukup, termasuk pestisida.