Jakarta, elaeis.co - Nilai Ekspor Indonesia pada November 2024 mengalami penurunan sebesar 1,70 persen dibandingkan Oktober 2024. Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat, nilai ekspor November mencapai USD24,01 miliar atau sekitar Rp384,16 triliun. Sedangkan bulan sebelumnya mencapai USD24,42 miliar atau sekitar Rp390,72 triliun.
Plt Kepala BPS Amalia Adininggar Widyasanti mengatakan, penurunan itu disebabkan turunnya ekspor nonmigas maupun ekspor migas.
"Ekspor nonmigas pada November 2024 mencapai USD22,69 miliar (Rp363,04 triliun), turun 1,67 persen dibandingkan bulan sebelumnya. Sedangkan ekspor migas per November 2024 tercatat sebesar USD1,32 miliar (Rp21,12 triliun), turun 2,10 persen dibandingkan Oktober 2024," katanya dalam keterangan resmi, Senin (16/12).
Menurutnya, kinerja ekspor nonmigas Indonesia ke berbagai negara tujuan utama kecuali Tiongkok mengalami penurunan pada November 2024. Selain Tiongkok, negara tujuan utama ekspor RI antara lain Amerika Serikat, India, kawasan ASEAN, dan Uni Eropa.
"Tiga besar negara tujuan ekspor adalah Tiongkok, Amerika Serikat dan India. Nilai ekspor ketiga negara ini, memberikan share sekitar 44,82% dari total ekspor nonmigas Indonesia pada November 2024," jelasnya.
"Secara tahunan, ekspor ke negara atau kawasan tujuan ekspor lainnya meningkat kecuali ekspor nonmigas ke India," tambahnya.
Dilanjutkannya, ekspor RI pada November 2024 ditopang oleh ekspor nonmigas yang mencapai US$22,69 miliar. Ekspor nonmigas unggulan RI yakni batu bara, besi dan baja, serta minyak sawit (Crude Palm Oil/CPO) dan turunannya.
"Ketiga komoditas ini memberikan kontribusi sebesar 31,30% terhadap total ekspor non-migas Indonesia pada November 2024," sebutnya.
Secara rinci, ekspor batu bara pada November 2023 mencapai US$2,62 miliar, meningkat 3,83% secara bulanan (mtm), tapi anjlok 4,43% secara tahunan (yoy). Ekspor besi dan baja November 2024 mencapai US$2,40 miliar, meningkat sebesar 6,91% mtm dan 5,12% yoy.
Sebaliknya, ekspor komoditas CPO dan turunannya pada November 2024 mencapai US$2,09 miliar atau anjlok sebesar 11,76% mtm dan meningkat 2,24% yoy.
"Secara bulanan, ekspor batu bara serta besi dan baja meningkat, sedangkan CPO dan turunannya mengalami penurunan. Secara tahunan, ekspor besi dan baja serta CPO dan turunannya meningkat, sedangkan batu bara mengalami penurunan," paparnya.
"Penyumbang utama turunnya ekspor nonmigas pada November 2024 yakni minyak kelapa sawit, tembaga, kendaraan roda empat, dan bubur kertas," imbuhnya.
Menurut Amalia, ekspor CPO dan turunannya tersebut mengalami penurunan atau sebesar 11,76% secara bulanan (month-to-month/mtm).
Kendati demikian, secara tahunan, CPO dan turunannya naik 2,24% year-on-year (yoy) pada November 2024. Alhasil, share komoditas CPO dan turunannya adalah sebesar 9,2% pada November 2024.
Amalia memerinci, total volume ekspor CPO dan turunannya pada November hanya sebanyak 1,91 juta ton, merosot dibandingkan Oktober 2024 sebanyak 2,33 juta ton.
Dari sisi harga CPO dan turunannya di tingkat global, pada November 2024 terjadi kenaikan menjadi US$1.090,05 per ton. Bulan sebelumnya sebesar US$1.015,75 per ton. Kenaikan ini menyebabkan konsumen beralih ke minyak nabati lainnya.
November 2024, Ekspor Sawit Indonesia Anjlok 11,76
Diskusi pembaca untuk berita ini