Jakarta, elaeis co - Juni 2023 mendatang Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (Bappebti) berencana akan meluncurkan Bursa Komoditi Sawit. Program ini bakal dijadikan acuan harga ekspor CPO indonesia.
Langkah pemerintah yang akan dituangkan dalam Peraturan Menteri Perdagangan (Permendag) ini tentu mendapat sorotan sejumlah pihak. Tidak terkecuali petani kelapa sawit.
Ketum Aspekpir Indonesia, Setiyono, mengaku tidak keberatan dengan program tersebut. Justru pihaknya akan mendukung jika itu dilakukan demi kebaikan petani kelapa sawit di Nusantara.
"Yang penting harga yang diterapkan sesuai dengan aturan perkelapasawitan," ujarnya kepada elaeis.co, Minggu (21/5).
Sedangkan untuk produksi CPO, Setiyono menilai pembangunan pabrik kelapa sawit (PKS) memang sangat diperlukan, terlebih di wilayah yang memiliki kebun kelapa sawit yang luas atau menjadi sentra kelapa sawit. Terlebih jika PKS di wilayah tersebut jumlahnya cenderung sedikit.
"Pembangunan PKS itu suatu langkah yang sangat tepat, ini sangat baik sekali karena bisa membantu pekebun," ujarnya.
Lanjutnya lagi, pembangunan PKS tersebut juga dapat meningkatkan harga TBS di wilayah tersebut. Dampak panjangnya tentu menjamin kesejahteraan petani kelapa sawit. Malah juga akan berdampak memajukan wilayah tersebut.
Petani Plasma Dukung Bursa Sawit
Diskusi pembaca untuk berita ini