Pengawasan Bakal Diperluas ke Seluruh Pelabuhan

Selain menambah jenis komoditas, DSI juga akan memperluas pengawasan ke pelabuhan-pelabuhan di seluruh Indonesia.

Saat ini, sistem pengawasan DSI disebut baru mencakup sekitar 60% aktivitas ekspor. Pemerintah menargetkan cakupan tersebut terus diperluas agar pemantauan tidak hanya terpusat pada sebagian wilayah.

Dalam pelaksanaannya, DSI mengintegrasikan data dari sejumlah kementerian dan lembaga. Salah satunya adalah Direktorat Jenderal Bea dan Cukai Kementerian Keuangan.

Integrasi data tersebut memungkinkan pemerintah mencocokkan informasi terkait volume barang, harga, nilai transaksi dan tujuan ekspor.

Dengan langkah ini, pemerintah ingin memastikan aktivitas ekspor komoditas strategis berjalan lebih transparan dan sesuai dengan nilai transaksi yang sebenarnya.

Untuk tahap awal, CPO, batubara dan ferro alloy menjadi sasaran utama karena memiliki nilai perdagangan yang besar. Setelah sistem semakin matang, pengawasan akan diperluas ke komoditas lain dan mencakup lebih banyak pelabuhan di Indonesia.