Nusantara 

Sawit Tua dan Tumbuh Sendiri Menunggu Giliran Diganti

Sawit Tua dan Tumbuh Sendiri Menunggu Giliran Diganti
Plang perusahaan sawit yang pernah membina para petani sawit di Kabupaten Teluk Bintuni, Papua Barat. (Dok. APKASINDO Papua Barat)

Bintuni, Elaeis.co - Tanah Papua, termasuk di Kabupaten Teluk Bintuni, Provinsi Papua Barat, terbukti sangat cocok bagi kelapa sawit. Sudah puluhan tahun tanaman sawit yang dikembangkan para petani tumbuh subur.

Ketua DPD APKASINDO Kabupaten Teluk Bintuni, Edi Nushowi, mengatakan, para petani di daerah itu awalnya menanam sawit pada tahun 1997.

"Saat itu kami berkebun sawit dengan pola inti plasma dengan PT Varita Majutama Materabu Estate yang ada di Distrik Sumuri, Bintuni," katanya kepada Elaeis.co, Rabu (24/11/2021).

Sekitar tahun 2004, kecambah sawit dari pohon di kebun plasma itu tanpa sengaja tersemai dan tumbuh subur. Bibit yang tumbuh liar lalu ditanam di lahan lain milik petani.

"Namun karena kami tak tahu cara merawat sawit secara maksimal, ya hasil buahnya juga kurang maksimal," kata Edi.

Selain dari kecambah yang dikembangkan sendiri, menurutnya, sumber benih yang digunakan para petani di daerah itu berasal dari Pusat Penelitian Kelapa Sawit (PPKS) Medan. Ada juga petani yang mendapatkannya dari Papua Nugini, negara tetangga yang berbatasan dengan Papua Barat.

Saat ini kerja sama petani dengan PT Varita Majutama telah berakhir. Tanaman di kebun eks plasma itu sudah berusia tua. Menurut Edi, pihaknya saat ini sedang mengusahakan ikut program peremajaan sawit rakyat (PSR).

Selain pohon yang sudah berusia tua, sawit yang tersemai secara tak sengaja itu juga harus diganti dengan bibit yang baru dan berkualitas karena produksinya rendah.

"Di musda kemarin sudah saya sampaikan, soal PSR ini akan menjadi salah satu program kerja utama yang harus direalisasikan APKASINDO Bintuni," kata Edi.

Musda yang dimaksud Edi adalah musyawarah daerah untuk pemilihan ketua APKASINDO Bintuni yang saat itu dihadiri oleh Sekretaris Wilayah APKASINDO Papua Barat Dorteus Paiki dan secara virtual oleh Ketua Umum APKASINDO Gulat ME Manurung. 


 

Editor: Rizal