Bengkalis, elaeis.co – Dinas Perkebunan Kabupaten Bengkalis, Provinsi Riau, menggelar kegiatan Sosialisasi Peremajaan Kelapa Sawit Pekebun (PKSP) Tingkat Kabupaten Bengkalis Tahun 2024. Kegiatan ini terlaksana melalui pendanaan Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDPKS).

Sosialisasi diadakan ini dibuka secara resmi oleh Kepala Dinas Perkebunan Kabupaten Bengkalis, Mohammad Azmir. Hadir dalam kesempatan tersebut, Kapolres Bengkalis diwakili oleh Kasat Intelkam, AKP Bagus Nagara Baranacita SIK, Sekretaris Dinas Perkebunan Provinsi Riau, Supriadi, narasumber Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan Provinsi Riau, Camat Bengkalis, Camat Bantan, Camat Bukit Batu, Camat Siak Kecil, dan Camat Bandar Laksamana.

Turut hadir dalam sosialisasi yakni Kepala Desa Bantan Tua, Kepala Desa Sungai Linau, Kepala Desa Muara Dua, Kepala Desa Koton Raja, serta Kepala Desa Bandar Jaya. Sedangkan peserta dari kegiatan ini mencakup pimpinan perusahaan, serta perwakilan dari asosiasi petani Apkasindo dan Samade.

Sosialisasi ini bertujuan untuk memberikan pemahaman dan informasi yang lebih mendalam mengenai program Peremajaan Kelapa Sawit Pekebun (PKSP) kepada seluruh stakeholders terkait di Kabupaten Bengkalis. Kegiatan ini juga diharapkan dapat meningkatkan kualitas serta produktivitas perkebunan kelapa sawit di daerah tersebut melalui program peremajaan yang berbasis pada kebijakan pemerintah.

Mohammad Azmir mengucapkan terima kasih kepada para narasumber serta kepada semua pihak yang telah hadir dan turut serta dalam kegiatan ini. "Acara ini menjadi momentum penting dalam memperkokoh silaturahim kita dalam meningkatkan peran Pemerintah Kabupaten Bengkalis dalam pembangunan bidang perkebunan, khususnya perkebunan sawit rakyat di Kabupaten Bengkalis," jelasnya dalam rilis Disbun Bengkalis dikutip elaeis.co Senin (30/12).

Lebih lanjut Azmir menyampaikan bahwa sektor perkebunan memiliki peranan penting dalam pembangunan nasional, terutama dalam meningkatkan kesejahteraan rakyat, penyediaan lapangan kerja, serta menjaga kelestarian lingkungan hidup. Kabupaten Bengkalis, yang memiliki luas perkebunan yang sangat besar, menjadi salah satu daerah dengan kontribusi penting dalam sektor perkebunan kelapa sawit. Berdasarkan data statistik perkebunan tahun 2023, lahan perkebunan rakyat mencapai sekitar 326.694,56 hektar dengan jumlah pekebun sebanyak 147.464 keluarga, dan 86,90% di antaranya adalah lahan perkebunan kelapa sawit rakyat.

Azmir mengakui berbagai tantangan yang dihadapi oleh para pekebun, seperti perubahan iklim, penyakit tanaman, serta rendahnya produktivitas akibat penggunaan benih yang tidak berkualitas atau kelapa sawit yang sudah tua. "Untuk itu, Kementerian Pertanian Republik Indonesia telah mengeluarkan regulasi yang memberikan peluang besar bagi petani kelapa sawit rakyat untuk mendapatkan bantuan peremajaan, sarana dan prasarana perkebunan kelapa sawit melalui BPDPKS," paparnya.

Melalui sinergi dengan berbagai pihak, Pemerintah Kabupaten Bengkalis berharap dapat memastikan keberlanjutan dan kesuksesan sektor perkebunan kelapa sawit. "Kami mengharapkan seluruh pihak, mulai dari Camat, Kepala Desa, UPT Pembibitan, PPL, hingga asosiasi perkebunan, untuk mendukung dan mendorong pekebun kelapa sawit kita agar dapat mengakses program peremajaan ini. Program ini sangat penting bagi keberhasilan usaha perkebunan kelapa sawit di Kabupaten Bengkalis," tambahnya.

Dia juga berharap seluruh peserta sosialisasi dapat memanfaatkan informasi dan peluang yang disampaikan oleh narasumber untuk mendorong kemajuan sektor perkebunan kelapa sawit di Kabupaten Bengkalis. "Kami berharap program ini dapat segera terealisasi dan memberikan manfaat besar bagi petani kelapa sawit kita. Pemerintah Kabupaten Bengkalis, bersama seluruh stakeholders terkait, akan terus mendukung dan mendorong program peremajaan kelapa sawit ini agar semakin sukses dan membawa dampak positif bagi kesejahteraan masyarakat," tukasnya.