Baolan, elaeis.co - Kelapa sawit merupakan komoditi unggulan yang memiliki peran strategis dalam pembangunan di Kabupaten Tolitoli, Sulawesi Tengah. Untuk menjaga keberlanjutan sektor sawit sekaligus mendukung posisi Indonesia sebagai salah satu produsen minyak kelapa sawit terbesar di dunia, pemerintah daerah melalui Dinas Perkebunan dan Peternakan (disbunak) Tolitoli menyelenggarakan kegiatan Perumusan Rencana Aksi Daerah Kelapa Sawit Berkelanjutan (RAD KSB) Tahun 2025.

Acara dibuka langsung oleh Bupati Tolitoli Amran Yahya didampingi Sekretaris Daerah Tolitoli, Moh. Asrul Bantilan SSos. Turut hadir unsur Forkopimda Kab. Tolitoli, kepala perangkat daerah lingkup Pemda Tolitoli, kepala instansi vertikal, BUMN/BUMD, para camat, serta para pengusaha dan komunitas petani kelapa sawit dari Kecamatan Basidondo, Lampasio dan Ogodeide.

“Rangkaian agenda perumusan RAD KSB bertujuan meningkatkan produksi dan produktivitas kelapa sawit dengan memperhatikan aspek ekonomi, sosial, budaya dan ekologi,” jelas Amran dalam rilis Dinas KIPS Tolitoli dikutip elaeis.co Sabtu (25/1).

Dia menyampaikan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada Disbunak Kab. Tolitoli atas terselenggaranya kegiatan yang sangat penting ini. Dia juga mengajak masyarakat dan pemerintah untuk saling bersinergi dalam menciptakan gagasan-gagasan baru demi masa depan Tolitoli yang lebih maju.

“Atas nama pemerintah daerah, saya tentunya terus mendukung dan men-support kepada seluruh petani agar tetap terus bekerja dengan kemampuan dan semangat yang tinggi agar semua yang menjadi program unggulan pemerintah daerah dapat berjalan dengan maksimal terkhusus di sektor pertanian, perikanan dan perkebunan,” tukasnya.

Ditambahkannya, sektor kelapa sawit harus menjadi instrumen untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat lokal. “Oleh karena itu, pemberdayaan petani dan tenaga kerja lokal perlu menjadi prioritas dalam penyusunan rencana aksi ini,” pesannya.

“Jika hari ini kita menanam, insya Allah ke depan generasi kita akan menikmati hasilnya. Anak-anak kita akan dapat mengenyam pendidikan yang lebih baik. Tapi pesan saya kepada seluruh petani, tanamlah kelapa sawit pada tempatnya dan bukan pada area tanaman pangan,” tambahnya.

Dengan melibatkan unsur pemerintah, akademisi, dan dunia usaha, dia berharap kolaborasi ini mampu menghasilkan RAD KSB yang nyata dan terarah. "Daerah kita ini punya potensi besar. Kalau dikelola dengan baik, Tolitoli akan menjadi contoh bagi daerah lain dalam hal pengelolaan sawit yang ramah lingkungan dan berorientasi pada kesejahteraan masyarakat," tukasnya.

Sementara itu, Kepala Disbunak Tolitoli, Herman Madjid MSi, menyampaikan bahwa kegiatan ini dilaksanakan sebagai langkah strategis guna meningkatkan koordinasi seluruh pemangku kepentingan dalam rangka mendukung percepatan peningkatan pertumbuhan kelapa sawit di Tolitoli.

Sebagaimana diketahui bahwa Tolitoli memiliki hamparan kelapa sawit yang cukup luas. “Kawasan yang dikelola para pekebun kita mencapai sekitar 1.000 hektar, dan luasan perusahaan swasta lebih kurang 1.000 hektar,” sebutnya.

Namun perkebunan kelapa sawit rakyat yang tersebar di seluruh kawasan di Tolitoli dapat dikatakan produktivitasnya belum mencapai hasil yang memuaskan sehingga membuat pekebun sawit setempat belum sejahtera. “Hal tersebut disebabkan karena rendahnya mutu produksi, kurangnya pupuk yang tersedia, serta perlu adanya bantuan bibit sawit yang bermutu dan unggul,” jelas Kadis.

Untuk membahas tantangan ini, dalam kegiatan tersebut digelar pemaparan dan diskusi oleh para nara sumber untuk menyempurnakan dokumen rencana aksi yang komprehensif, realistis dan dapat diimplementasikan dengan baik.