Internasional 

Tanaman Ini Lebih Bersahabat Dengan Alam. Ini 6 Buktinya...

  • Reporter Aziz
  • 09 Januari 2022
Tanaman Ini Lebih Bersahabat Dengan Alam. Ini 6 Buktinya...
Kebutuhan kelapa sawit akan air ketimbang tanaman lain. foto: bahan PASPI

Jakarta, Elaeis.co - Kalau ditengok dan betul-betul dibaca, enam poin yang disodorkan oleh Palm Oil Agribusiness Strategic Policy Institute (PASPI) ini sebenarnya sudah lebih dari cukup membungkam mulut orang yang selama ini nyinyir mempersoalkan kelapa sawit. 

Nyinyir menyebut sawit sebagai tanaman penyebab deforestasi, tanaman boros air, tak sehat dan sederet ujaran kebencian lainnya. 

Pertama, ada data dasar dari Food and Agriculture Organization (FAO) serta Oil World yang dikutip PASPI, data itu menyebutkan kalau Uni Eropa tidak memakai sawit, maka deforestasi dunia akan naik 17,7 juta hektar, polusi nitrogen, pospor dan pestisida terhadap tanah atau air dunia akan naik masing-masing; 216 ribu ton, 168 ribu ton dan 180,8 ribu ton. 

Baca juga: SK Banci; Sebuah Assassinasi Terhadap Presiden

"Menuju 2050, kalau cuma untuk memenuhi kebutuhan pangan, total kebutuhan minyak nabati mencapai 260 juta ton. Tapi kalau ditambah dengan kebutuhan biofuel dan oleokimia, kebutuhan akan melonjak hingga 500-600 juta ton," Direktur Eksekutif PASPI, Tungkot Sipayung merinci saat berbincang dengan Elaeis.co, kemarin. 

Nah, kalau sawit tidak dilibatkan dalam pemenuhan kebutuhan minyak nabati sebanyak itu kata lelaki 56 tahun ini, maka produksi Rapeseed, Soybean dan Sunflower musti digenjot. Di sinilah masalah baru akan muncul. 

Luas hutan yang harus dibabat lagi untuk bertanam Soybean, Rapeseed dan Sunflower demi memenuhi kebutuhan minyak nabati tadi akan mencapai 167 juta hektar. Soybean menjadi pembabat terbesar; 112 juta hektar, Rapeseed 30 juta hektar dan Sunflower 25 juta hektar. Lho...?

"Ya iyalah. Di saat produksi sawit perhektarnya 4,3 ton, produksi Rapeseed kan cuma 0,7 ton, Sunflower 0,5 ton dan Soybean 0,45 ton per hektar. Sangat jauh selisihnya," ujar Tungkot. 

Oleh kenyataan itulah makanya sawit itu disebut hemat lahan. Jauh lebih hemat ketimbang tiga tanaman nabati tadi.

Kalau bicara deforestasi, katakanlah iya kebun sawit itu dari hasil penebangan hutan, tapi setelah menjadi kebun dan menghasilkan minyak, dia langsung mengambil peran menyelamatkan ratusan juta hektar tutupan hutan. 

Baca juga: Pusaran Sawit

"Itu terjadi lantaran produksinya berkali lipat lebih tinggi dari Rapeseed, Soybean maupun Sunflower. Jadi sangat bisa memenuhi kebutuhan dunia yang semakin tingi," katanya. 

Di Indonesia kata Tungkot, kebun-kebun sawit yang ada justru kebanyakan berada di bekas Hak Pengusahaan Hutan (HPH), lahan belukar dan lahan terlantar. 

Sudahlah hemat lahan, sawit, menurut penelitian banyak ahli kata Tungkot, juga lebih hemat air ketimbang tanaman hutan. 

"Kalau dalam setahun evapotranspirasi Sawit mencapai 1.104 milimeter, Akasia malah 2.400 milimeter dan Sengon 2.300," Tungkot merinci. 

Dibanding Rapeseed, Soybean dan Sunflower, sawit masih jauh lebih hemat air; 1.097 meter kubik per ton. Sementara Sunflower 3.366 meter kubik per ton, Rapeseed 2.270 meter kubik per ton dan Soybean 2.144 meter kubik per ton. 

Baca juga: Tahun Baru, Kabar Tanahmu Piye Brur?

Sawit juga hemat polusi tanah atau air. Tengok sajalah, kalau residu nitrogen, pospat dan pestisida 1 ton minyak sawit hanya 5 kilogram, 2 kilogram dan o,4 kilogram, residu satu ton Soybean justru sudah mencapai 32 kilogram, 23 kilogram dan 23 kilogram. Rapeseed 10 kilogram, 13 kilogram dan 9 kilogram.     

Hal lain yang sangat luar biasa itu adalah; dalam proses produksinya, sawit justru lebih banyak menyerap Greenhouse Gas (GHG) dan pemasok oksigen lebih besar ke bumi ketimbang Rapeseed, Soybean dan Sunflower

"Kalau dalam setahun sehektar sawit menyerap 64,5 ton CO2, Soybean hanya 6,3 ton, Rapeseed 11 ton dan Sunflower 8 ton. Dan jika dalam rentang waktu yang sama sawit bisa menghasilkan 18,7 ton oksigen, Soybean hanya 2 ton, Rapeseed dan Sunflower masing-masing 3 ton," Tungkot merinci. 

Terakhir, kalau kemudian solar fosil digantikan sawit, maka emisi yang diturunkan mencapai 62 persen. Tapi kalau diganti Rapeseed biodiesel, emisi yang diturunkan hanya 45 persen, Soybean Biodiesel hanya 40 persen dan Sunflower Biodiesel hanya 58 persen. 


 

 

Editor: Abdul Aziz