Nusantara Internasional 

Tujuan ISPO Dibikin Bukan Hanya Menjaga Image, Tapi...

Tujuan ISPO Dibikin Bukan Hanya Menjaga Image, Tapi...
Deputi Bidang Koordinasi Pangan dan Agribisnis Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Musdhalifah Mahmud. (Tangkapan layar)

Jakarta, Elaeis.co - Deputi Bidang Koordinasi Pangan dan Agribisnis Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Musdhalifah Mahmud mengatakan, pemerintah akan terus mendorong agar program sertifikat Indonesian Sustainable Palm Oil (ISPO), menjadi bagian dari kepentingan nasional.

Hingga Desember tahun lalu, sebanyak 755 perkebunan kelapa sawit di Indonesia, baik yang dimiliki oleh perusahaan swasta, negara (BUMN) maupun perkebunan rakyat, sudah mengantongi sertifikat tersebut. 

"ISPO ini, sudah 10 tahun bersama kita. Keberadaannya, bukan hanya menjaga image. Tapi juga untuk menjaga eksistensi kelapa sawit Indonesia dari generasi ke generasi," kata Musdhalifah dalam video wabinar yang ditengok Elaeis.co, Selasa (5/10).

Kendati dunia internasional belum begitu sepenuhnya menerimanya, Musdhalifah yakin secara bertahap, semua negara akan mengakui ISPO pada akhirnya, jika seluruh perkebunan di Indonesia bersertifikat ISPO.

"Kita harus yakin, secara bertahap, kita akan meraih keberhasilan itu," mata dia.

Musdhalifah juga mengaku banyak kendala yang dihadapi untuk mewujudkan seluruh perkebunan kelapa sawit di Indonesia bersertifikat ISPO. 

Namun kata dia, pihaknya akan berupaya semaksimal mungkin agar segala macam kendala itu bisa terselesaikan.

"Banyak kendala yang dihadapi selama ini. Karena tidak semua ketentuannya dilaksanakan oleh satu orang atau satu pihak. Banyak lintas sektor yang mengeksekusinya. Namun kami berupaya, agar segala macam kendala itu bisa terselesaikan," pungkasnya.

Editor: sahril ramadana