Jakarta, elaeis.co - Di tengah lambatnya pertumbuhan ekonomi global yang diikuti dengan prediksi akan terjadinya resesi dunia pada tahun 2023, pertumbuhan ekonomi Indonesia pada Triwulan III-2022 justru kembali mencatatkan kinerja impresif dengan mampu tumbuh sebesar 5,72% (yoy) atau 1,81% (qtq) melanjutkan tren pertumbuhan yang solid sejak awal tahun 2022. 

Dari sisi pengeluaran, Konsumsi Rumah Tangga menjadi penyumbang pertumbuhan terbesar Produk Domestik Bruto (PDB) dengan mampu tumbuh tinggi sebesar 5,39% (yoy). 

Begitu pula dengan konsumsi Lembaga Non-Profit yang Melayani Rumah Tangga (LNPRT) juga tumbuh signifikan mencapai 6,09% (yoy). Sementara itu, PMTB juga mampu tumbuh sebesar 4,96% (yoy) sejalan dengan meningkatnya kapasitas produksi dunia usaha.

Daya beli masyarakat juga terdorong berkat adanya peningkatan realisasi program perlindungan sosial sebesar 12,46% (yoy) dan peningkatan realisasi subsidi BBM sebesar 111,96% (yoy).

“Mobilitas masyarakat yang semakin pulih menjadi determinan utama pendorong aktivitas ekonomi, baik dari sisi pengeluaran maupun sisi sektoral. Di saat yang sama, pemerintah juga mengambil langkah-langkah responsif dalam menjaga daya beli masyarakat di tengah tren kenaikan inflasi global,” kata Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto dalam keterangan resminya dikutip elaeis.co, Selasa (8/11).

Airlangga menjelaskan, kuatnya pertumbuhan ekonomi pada Triwulan III-2022 juga karena ditopang oleh kinerja neraca perdagangan Indonesia yang menunjukkan surplus sebesar USD14.92 miliar, atau tumbuh sebesar 12,58% (yoy). 

Lebih lanjut lagi, kata dia, Indonesia juga masih mendapatkan windfall profit akibat tingginya harga beberapa komoditas unggulan yang didominasi oleh batu bara 13,31%, kemudian minyak kelapa sawit 8,95%, serta besi dan baja di angka 6,38%. Alhasil, sektor ekspor mampu tumbuh double digit sebesar 21,64% (yoy).

Sementara itu, impor juga tumbuh tinggi sebesar 22,98% (yoy) selama Triwulan III-2022 dengan didorong oleh kenaikan impor bahan baku dan barang modal untuk mendukung aktivitas ekonomi yang menciptakan nilai tambah lebih tinggi, sehingga masing-masing mampu tumbuh 34,22% dan 44,08% (yoy).

Pertumbuhan ekonomi Indonesia hampir terjadi di seluruh sektor lapangan usaha selama Triwulan III-2022. Sektor Industri Pengolahan sebagai kontributor terbesar PDB tumbuh positif sebesar 4,83% (yoy).